Pilkada serentak 2015

FAKFAK, CAHAYAPAPUA.com– Kasus tindak pidana dugaan kecurangan dalam tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kaimana Tahun 2015 yang dilayangkan tim pemenangan pasangan Drs. Matias Mairuma dan Ismail Sirfefa, S.Sos,MH terhadap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kaimana akan dibuka kembali setelah pasangan Matias-Ismail (Manis) melalui pemohon bersama kuasa hukum berhasil memenangkan sidang praperadilan terhadap Polres Kaimana, Jumat (13/11/2015).

Pemohon Charlly Richarth E. Maipauw dan Hence Talabessy didampingi kuasa hukum Septarius Kahar, SH melayangkan permohonan praperadilan terhadap Polres Kaimana ke Pengadilan Negeri Fakfak akibat laporan mereka terkait dugaan kecurangan tahapan Pilkada Kaimana yang dilakukan KPUD ke Polres Kaimana dihentikan penyelidikannya oleh Polres Kaimana.

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Fakfak dan dipimpin Hakim tunggal yang juga Wakil Ketua PN Fakfak, Leba M.N Rohi, SH, Jumat siang memutuskan bahwa termohon, dalam hal ini Kapolres Kaimana yang pada sidang putusan diwakili Kasat Reskrim AKP Hidayat, SH dinyatakan kalah. Termohon diwajibkan melanjutkan proses penyidikan terhadap laporan yang sudah dilayangkan jika termohon tidak mengajukan banding atas putusan praperadilan.

Dalam sidang, Hakim tunggal Leba M.N Rohi, SH sempat menanyakan kepada termohon apakah termohon menerima putusan atau akan melakukan banding terhadap putusan praperadilan. Polres Kaimana diwakili Kasat Reskrim pada saat itu mengatakan akan terlebih dahulu mempelajari keputusan. “Kami harus mempelajari lebih dulu putusan tersebut, baru kami menentukan langkah berikutnya,” jelas Hidayat.

Kesempatan yang sama, rona kebahagiaan terpancar di wajah Septarius Kahar, SH, kuasa hukum pemohon Charlly Maipauw dan Hence Talabessy.

Ia mengatakan, putusan PN Fakfak sudah benar. “Inilah keputusan hukum yang benar. Jadi polisi dalam melakukan penyidikan harus profesional dan proporsional. Sudah nyata Gakkumdu menyatakan ini adalah tindak pidana, tetapi polisi menghentikan penyidikan, hanya berdasarkan satu keterangan saksi ahli, sedangkan bukti-bukti menyatakan lain” ujar Kahar. | ISA