Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Manokwari Butuh Rumah Aman untuk Korban Kekerasan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Manokwari terus meningkat setiap tahun.

Sampai akhir September lalu, tercatat telah ada 43 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 19 kasus kekerasan terhadap anak.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun 2014 lalu, di mana keseluruhan kasus pada tahun lalu sebanyak 50 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 14 kasus terhadap anak.

Beranjak dari realitas itu, kehadiran Rumah Aman sebagai tempat berlindung sekaligus pemulihan trauma bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Manokwari dinilai sudah mendesak.

“Ketika kekerasan terjadi pada anak dan anak itu tidak mau kembali ke rumah karena masih trauma, berarti dia harus mendapatkan perlindungan yang aman dari tekanan fisik dan psikis.

Maka suka tidak suka perlu ada rumah aman bagi anak dan perempuan korban kekerasan, “ tandas Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BP2-KB) Kabupaten Manokwari Yuliana Numberi di Manokwari, belum lama ini.

Yuli menuturkan, pihaknya telah mendorong hadirnya Rumah Aman di Manokwari lewat Dinas Sosial. Namun sampai sekarang belum bisa terwujud karena alasan kemampuan keuangan daerah yang belum memadai.
Selama ini dia bersama staf terpaksa menampung mereka di rumah pribadi. Karena itu dia berharap, Pemprov Papua Barat mau turun tangan untuk menyediakan Rumah Aman.

“Seharusnya dengan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cukup yang ditangani di Manokwari, Pemprov Papua Barat tidak perlu pikir panjang lagi untuk bangun Rumah Aman, “ lanjut Yuli yang mengaku sudah pernah mengajukan proposal kepada Dinas Sosial Pemprov Papua Barat. |ZACK TONU BALA