Illustrasi Kebakaran

Manokwari Cuma Punya 1 Mobil Damkar, Itupun Rusak!

MANOKWARI – Terus bertumbuhnya kawasan pemukiman baru sebagai akibat dari meningkatnya jumlah penduduk menjadikan kota Manokwari semakin rentan dengan bahaya kebakaran.

Itu sebabnya, ketersediaan fasilitas pemadam kebakaran (Damkar) sudah merupakan kebutuhan mendesak yang mesti segera direalisasikan Pemerintah Daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manokwari Raymon Yap mengakui hal itu. Pembangunan pemukiman baru yang tidak menaati tata ruang, menurutnya membuat ancaman bencana kebakaran di kota Manokwari menjadi cukup tinggi.

“Peralatan (mobil) Damkar di Manokwari masih 1 unit dan menurut informasi dari kepala Satpol PP dalam kondisi rusak. Saya kira ke depan kita harus pengadaan yang baru,” ujar Raymon, baru-baru ini di kantornya di lokasi eks kantor bupati Manokwari.

Tidak hanya menambah jumlah mobil Damkar, hal lain yang penting adalah mempersiapkan personilnya. Petugas Damkar haruslah orang-orang terlatih yang bukan hanya tahu cara mengoperasikan peralatan pemadam api, tetapi juga menguasai ilmu tentang pemadam kebakaran itu sendiri.

“Tidak bisa orang-orang yang belum terlatih karena kebakaran itu kalau penyebabnya oleh kompor itu penanganannya sendiri, kalau yang pemicunya itu listrik itu juga sendiri jadi tidak bisa sembarang, “ ucap Ray.

Sesuai aturan terbaru, lanjut dia, satuan Damkar digabungkan dengan BPBD. Imbasnya, struktur organisasi BPBD mesti dirubah.

“Jadi kita harus ajukan Raperda tentang struktur BPBD ke DPRD. Dengan dasar itu baru kemudian bisa ada kekuatan untuk pendanaannya. Jadi, ke depan kita butuh perubahan struktur dulu, “ imbuh Raymon sembari mengaku seluruh kabupaten/kota sudah mendapat sosiliasi terkait itu dari BPBD provinsi Papua Barat.|ZACK TONU BALA