Manokwari gandeng Global Fund dan Unicef tekan malaria

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Manokwari menggandeng Global Fun dan Unicef untuk menekan angka kasus penyakit malaria di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Henri Sembiring di Manokwari, Jumat, mengatakan, kasus malaria di wilayah Timur Indonesia masih cukup tinggi termasuk Manokwari. Berbagai upaya ditempuh untuk mewujudkan Manokwari bebas malaria.

Pihaknya menarget, Manokwari bebas malaria pada tahun 2022. Upaya pengendalian dan eliminasi terus digenjot untuk mewujudkan target tersebut.

“Secara nasional pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menarget Indonesia bebas malaria pada 2026. Di Manokwari kita percepat, sekarang kami sedang bekerja keras,” kata Sembiring.

Dinas Kesehatan, lanjutnya, terus menggenjot kinerja seluruh Puskesmas yang tersebar di seluruh distrik/kecamatan. Pihaknya bersyukur, program ini mendapat dukungan dari lembaga internasional yakni Global Fun dan Unicef.

Bersama dua lembaga tersebut, kata dia, pihaknya rutin mengambil sample darah di lima Puskesmas yakni Puskesmas Maripi, Prafi, Pokja, Masni dan Warmare.

“Sudah mulai tahun ini, semua penduduk diperiksa darah kalau ada yang malaria langsung diberikan obat malaria terbaru,” sebutnya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui malaria. Kegiatan tersebut dilakukan oleh malaria blood survei (MBS). Kegiatan ini tidak memungut biaya dari masyarakat.

Sembiring menambahkan, pada program eliminiasi malaria ini pihaknya pun melibatkan para kepala kampung. Diharapkan, seluruh Puskesmas menjalin kerjasama yang baik dengan kepala kampung untuk merekrut kader program ini.

“Kader-kader di tingkat kampung ini kan tentu harus kita biaya. Menyangkut honorerium mereka diharapkan dapat dialokasikan melalui dana kampung. Hal itu tidak bisa kita lakukan tanpa koordinasi dengan kepala kampung,” pungkasnya. (ibn)

Tinggalkan Balasan