Initial Planning Conference menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami Kabupaten Manokwari

Manokwari gelar initial planning conference bencana alam

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kabupaten Manokwari merupakan kabupaten yang berada diurutan pertama resiko bencara dari seluruh kabupaten di Papua Barat. Pesan ini kembali digaungkan di Manokwari untuk mendorong kesadaran warga terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat menghantam daerah ini.

Untuk mendorong kesadaran warga terhadap potensi bencara tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manokwari menggelar Concept Development and Initial Planning Conference (Cdc/Ipc) menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Digelar Ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwar, Jumat (10/11), kegiatan ini mengumpulkan para pihak.

BPBD menyatakan kegiatan tersebut merupakan upaya melakukan identifikasi kebutuhan sumberdaya manusia dan logistik termasuk materi latihan yang diukur menggunakan Table Top Exercise atau TTX. Kasubdit Perencanaan Siaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Eny Supartini hadir sebagai nasasumber dalam kegiatan tersebut

Sekda Manokwari F. M.  Lalenoh mengatakan kegiatan yang merupakan bagian dari mengukur Table Top Exercise di Manokwari ini penting digelar untuk memastikan kesiapsiagaan Manokwari menghadapi bencana alam.

Lalenoh menekankan Manokwari merupakan daerah rawan gempa bumi yang dapat mimicu tsunami sehingga sudah selayaknya masyarakat dibekali dengan pengetahuan tentang bahaya-bahaya  bencana alam. Manokwari merupakan daerah dengan kelas resiko tinggi bencana alam sesuai Data Indeks Resiko Bencana (IRBI)  tahun 2013.

BPBD sebagai lembaga teknis kebencaan menurut Lalenoh harus terus mendorong penguatan dan peringatan dini tsunami, meningkatkan tempat evakuasi sementara, mendorong penguatan kapasitas kesiapsiagaan stakeholder dan pengurangan risiko bencana serta pembanguann kemandirian bencana.

“Kita tidak akan menyalahkan tsunami karena tsunami adalah bagian dari fenomena alam yang tidak mungkin dapat dihindari kedatangannya, ditunda kemunculannya dan direndahkan kemarahannya oleh manusia biasa,” kata Lalenoh.

Pemda menurut Lalenoh mengacu pada tingginya resiko bencana terhadap daerah ini bersama BNPB juga akan menyelenggarkan kegiatan TTX gempa bumi dan tsunami pada Desember 2017 dengan melibatkan kementerian/lembaga pemerintah daerah, dunia usaha dan lembaga penanggulangan becana.

“Kegiatan Cdc/Ipc atau konferensi pembentukan konsep dan perencanaan awal ini bertujuan untuk memperkaya konsep dasar TTX, juga untuk indentifikasi awal materi latihan, fasilitas serta kebutuhan yang harus disediakan, serta dapat memberikan gambaran tentang rencana penyelenggaraan TTX di Manokwari dan dapat menjadi pedoman dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan TTX Kesiapsiagaan menghadap bencana gempa bumi dan tsunami,” kata Lalenoh. (cr-80)

Tinggalkan Balasan