Ilustrasi. Foto: Ist

Manokwari Kesulitan Air Bersih

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Sejumlah pipa utama dan lokasi penampungan air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manokwari di Distrik Manokwari Selatan diblokir warga yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat atas kawasan itu.  Aksi ini membuat warga Manokwari kian sulit mendapat pasokan air bersih.

Di lapangan, aksi yang sudah berlangsung sejak sepekan terakhir ini membuat pasokan air PDAM kepada ribuan pelanggan di Distrik Manokwari Barat terganggu. “Volume air jelas berkurang. Sebelumnya kami bisa memasok 60 liter per detik lewat pipa yang diblokir. Sekarang cuma 30 liter per detik,” ucap Direktur PDAM Manokwari, Boby Wariory, Minggu (2/11/2014).

Selain volume air, tekanan air juga berkurang akibat aksi tersebut. Itu sebabnya warga yang tinggal di wilayah yang terletak di ketinggian semisal Reremi dan Brawijaya serta yang tinggal di Wilayah Kelurahan Padarni sangat merasakan dampaknya.

“Biasanya air mengalir 2-3 kali seminggu. Sekarang cuma sekali, itupun alirannya lambat dan kecil,” kata Marthina, warga Reremi, Manokwari Barat. Ia mengaku masalah ini membuatnya lebih mengandalkan air galon yang diperjual belikan di depot air minum.

Lokasi yang diblokir warga sebenarnya sudah dibayar oleh pemerintah. Tapi sekitar 300 meter dari lokasi tersebut, terdapat sebuah proyek pemerintah yakni pembangunan penampung air yang baru. “Kalau melihat motivasinya, warga yang memalang lokasi dan pipa cuma menuntut perhatian supaya lahan di proyek baru itu juga dikompensasi,” katanya.

Sejauh ini belum ada titik temu antara pemerintah dengan warga masyarakat adat. Boby mengatakan ia sudah berupaya bertemu para pemangku kebijakan di tingkat daerah agar bisa mencari solusinya.

Sementara itu Pemkab Manokwari berencana membuat sejumlah sumur bor untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dirasakan warga di wilayah Amban dan Anggori.

Meski kawasan ini bersebelahan dengan kawasan taman wisata alam Gunung Meja, namun warga lebih bergantung pada air hujan lantaran jaringan PDAM belum menjangkau kawasan tersebut. Warga juga tidak bisa mengandalkan air sumur karena kampung Anggori dan sekitarnya merupakan daerah berkarang sehingga sulit untuk bisa menggali sumur.

Boby Wariori memprediksi, suplai air bersih ke seluruh wilayah kota Manokwari hanya terpenuhi jika jaringan air bersih yang dibiayai APBN lewat Balai Sumber Daya Air (BSDA) yang sedang dikerjakan sudah beroperasi.

Proyek itu direncanakan beroperasi pada 2015 mendatang. Pengerjaaan jaringan pipa juga mulai dilaksanakan seperti yang terlihat di wilayah Lembah Hijau, Wosi Dalam.

“Kalau proyek itu jadi, jangkauan pelayanan PDAM akan jauh lebih luas. Kesulitan air bersih seperti di Anggori juga bisa terlayani,” katanya. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

EDITOR: DUMA TATO SANDA

One comment

  1. semoga ada solusi untuk itu

Tinggalkan Balasan