Ilustrasi

Manokwari Lirik Pengembangan Agroforestry di Hutan Lindung

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dinas Kehutanan Kabupaten Manokwari,  melirik pengembangan pola agroforestry di hutan lindung Wosi-Rendani.

Kepala Dinas Kehutanan Manokwari Erens Ngabalin beberapa waktu lalu mengatakan, kondisi hutan yang berada di kawasan Distrik Manokwari Barat dan Manokwari Selatan tersebut sudah semakin kritis. Pengelolaan kehutanan berpola agroforestry dinilai bisa mengembalikan fungsi hutan tersebut.

“Pola ini adalah penanaman yang dilakukan dengan mengkombinasikan antara pohon kayu dengan tanaman perbekunan. Bisa tanaman buah bahkan sayur-mayur,” katanya menjelaskan.

Menurutnya, pola ini bisa memberikan nilai ekonomi yang lebih bagi masyarakat. Penanaman tanaman perkebunan bisa dilakukan saat tanaman kayu masih dalam masa perawatan atau saat tanaman kayu belum tumbuh tinggi.

Dinas kehutanan sudah merencanakan kawasan hutan tersebut menjadi pusat tanaman buah.  Berbagai tanaman buah akan ditanam di lokasi tersebut dengan melibatkan masyarakat. Ia ingin Manokwari memiliki areal khusus tanaman buah yang bisa menjadi obyek pariwisata.

“Di kawasan ini aktivitas masyarakat cukup tinggi. Kami tidak bisa melarang karena mereka pemilik hak ulayat dan mereka berkebun di situ sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Dinas Kehutanan, katanya, sudah menyiapkan bibit buah hasil okulasi. Selain berkebun diharapkan mereka bisa mengelolan tanaman buah dikebun masing-masing.

“Pohon ini cepat berbuah karena hasil okulasi, dalam waktu empat sampai lima tahun kita sudah bisa menikmati buahnya. Apalagi disini lahan subur dan cocok untuk tanaman buah,” katanya lagi.

Dia mengutarakan, menanam pohon buah cukup menguntungkan bagi masyarakat. Sesuai harga lama satu pohon bisa mengasilkan keuntungan mencapai Rp.4 juta hingga Rp.7 juta tergantung jenis buah yang ditanam.

“Kalau satu kepala keluarga punya 100 pohon sangat lumayan. Satu kali musim panen keuntungan bisa ratusanjuta,” katanya. (IBN)

Tinggalkan Balasan