Jacob Leunufna kepala Unit Akses Keuangan dan UMKM Kantor perwakilan BI Papua Barat

Manokwari Proyek Percontohan Industri Kecil BI

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Bank Indonesia menunjuk Kabupaten Manokwari sebagai lokasi pilot project atau proyek percontohan dalam pengembangan industrik kecil di Indonesia.

Ratusan perempuan Papua yang tergabung dalam tujuh kelompok usaha di daerah ini, akan memperoleh pendampingan untuk menjalankan  industri makanan olahan.

Kepala Unit Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat Yacob Leunufna disela-sela pelatihan yang digelar Manokwari, Jumat (19/8/2016), mengatakan, program pengembangan UMKM yang dilaksanakan BI tahun ini ada lima tema pengembangan usaha yang berbasis kelompok. Untuk Papua Barat difokuskan pada tema pemberdayaan perempuan.

“BI pusat memilih kaum perempuan karena kaum perempuan di Papua Barat lebih aktif dalam menjalankan usaha. Disisi lain, di sini kaum perempuan cenderung menjadi tulang punggung dan lebih disiplin dibandingkan kaum pria,” kata dia.

Dia menjelaskan, sebelum pelatihan dilaksanakan BI sudah melaksanakan survei terhadap usaha kecil yang digeluti perempuan Papua tersebut. BI pun telah menyusun Road Map peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Dari survei tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa meningkatan skill atau keterampilan usaha dikalangan perempuan Papua masih harus ditingkatkan. Selain pelatihan, BI siap membantu peralatan usaha kepada mereka.

Deputi Kepala BI Papua Barat Agus Hartanto mengatakan, bantuan pelatihan dan peralatan usaha yang akan diberikan sebagai program CSR (Coorporate Social Responsibility) BI kepada masyarakat. Tujuan dari program ini untuk menekan angka kemiskinan di daerah.

“Kemiskinan di Papua Barat masih 25 persen lebih dari jumlah penduduk dan ini cukup tinggi. Untuk itu, masyarakat harus dibina agar mereka lebih mandiri,” katanya.

Disisi lain, lanjutnya, melalui program ini BI ingin ada kuliner khas Manokwari yang benar-benar lahir dari tangan masyarakat asli Papua.

Dia menyebutkan, program ini baru dilaksanakan di Manokwari. Setelah berhasil, pihaknya akan berupaya melaksanakan program yang sama di daerah lain Papua Barat.

“Setelah pelatihan tahap berikutnya adalah pendampingan untuk proses pengolahan hingga pemasaran. Kami akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manokwari, Dinas Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan,” katanya lagi.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada tujuh kelompok usaha yang sudah terakomodir. Pihaknya mengupayakan agar setiap kelompok usaha memiliki rumah produksi untuk mempermudah pembinaan.

Pada tahap awal pendampingan ini pembinaan akan difokuskan ada kualitas dan kemampuan kelompok dalam memproduksi barang. Jika prospek kedepan bagus, program ini akan diarahkan pada upaya untuk merancang pusat kuliner di Manokwari. (IBN)

Tinggalkan Balasan