Kampung Demaisi, Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. | CAHAYAPAPUA.com | Duma Tato Sanda

Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak Siap Gelar Pilkada Tahun Ini

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Tim Kementrian Dalam Negeri, Biro Pemerintahan Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dan Pegunungan Arfak (Pegaf), Selasa (20/1/2015) melakukan pertemuan membahas kesiapan Mansel dan Pegaf menuju pemilihan Kepala Daerah Devinitif.

Pertemuan yang digelar di ruang rapat kantor Gubernur ini dipimpin Kepala Biro Pemerintahan Papua Barat, Elisa Sroyer, mewakili Gubernur Papua Barat, Kementrian Dalam Negeri dihadiri dua perwakilannya, Caretaker Bupati Mansel dan perwakilan dari Pemerintah Pegaf.

Caretaker Bupati Manokwari Selatan Edi Budoyo usai pertemuan mengatakan, pada prinsipnya ke dua kabupaten pemekaran siap melaksanakan pemilihan kepala daerah devinitif.

Menurut Edi Budoyo, kesiapan pemerintah Kabupaten Mansel sudah diperlihatkan dengan menyiapkan anggaran untuk rangkaian pelaksanaan pemilukada. Anggaran pemilukada yang disiapkan untuk 6 distrik dan 57 kampung adalah sebesar Rp 400 juta. Sementara untuk pergeseran pasukan nilainya sedikit lebih tinggi yakni Rp 500 juta. Ini semua disediakan lewat APBD Mansel tahun 2015.

Selain itu kata Edi Budoyo, Mansel juga mendapatkan bantuan hibah dari Pemprov Papua Barat senilai Rp 1,5 miliar. Ada pula bantuan dari Kabupaten Induk Manokwari senilai Rp 3,9 miliar, sehingga total anggaran pemilukada di Mansel senilai Rp 5,9 miliar.

Dalam waktu dekat segera dilakukan pembentukan KPU dan Panwaslu setempat, yang diawali dengan membentuk tim seleksi. Selanjutnya anggota KPU terpilih yang akan menentukan jadwal pelaksanaan tahapan pemilukada. “Tentunya dengan koordinasi dengan KPU Kabupaten Manokwari.

Sebelumnya Edi Budoyo menyatakan, Pemkab Mansel sudah mengusulkan pembentukan kelembagaan KPU di daerah itu ke KPU RI untuk struktur organisasi. Namun sampai saat ini belum ada jawaban. Dia berharap dalam waktu dekat segera dijawab oleh KPU RI.

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi papua Barat Elisa Sroyer mengatakan pertemuan tertutup itu untuk mengklarifikasi kesiapan pelaksanaan pemilukada serentak di tahun 2015 bagi dua daerah baru itu, sesuai surat Kemendagri No 270/7588/SJ tentang Kesiapan Pelaksanaan Pemilukada serentak untuk DOB (Daerah Otonom Baru).

Dalam surat tersebut Mendagri meminta Gubernur Papua Barat memberikan klarifikasi tentang kesiapan dua DOB di Papua Barat.

Untuk diketahui kedua DOB berdasarkan Undang Undang No 78 Tahun 2004 dan Perpu No 1 Tahun 2014 . Mendagri ingin melihat DOB ini dalam persiapan mengikuti pilkada serentak. “Rapat ini dilaksanakan untuk meminta laporan dari dua daerah tersebut,” kata Sroyer.

Sroyer menyatakan ke dua daerah tersebut menyatakan siap mengikuti pilkada 2015. Kedua daerah tersebut juga sudah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan.

Dikatakan, UU No 23 Tahun 2004 dan Perpu No 1 Tahun 2014 yang saat ini sedang dibahas di DPR RI sudah mengarah pada pemilihan langsung. Dan proses ini sudah memberikan sinyal kepada KPU untuk melaksanakan tahapan- tahapan pelaksanaan pemilukada serentak.

Direncanakan jika Perpu tersebut ditetapkan maka sinyal pelaksanaan pemilukada akan dilaksanakan sekitar bulan September hingga Desember.“Kita harapkan sidang segera selesai, sehingga pemilihan di tahun 2015 dan pelantikan di bulan Desember tahun ini. Yang jelas setelah tahapan sidang ini selesai agenda sudah disusun oleh KPU RI,” katanya. |DINA RIANTI | BUSTAM

Tinggalkan Balasan