Ilustrasi. Foto : Bisnisaceh

Manokwari Siap Cetak 100 Hektar Sawah Baru

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com-– Pemerintah Kabupaten Manokwari sejak 2013 sudah merencanakan pencetakkan sawah baru seluas 100 hektar. Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (P3) telah menyiapkan lahan di distrik Prafi dan distrik Masni, masing-masing di SP-1, SP-2 dan SP-3 serta di SP-5.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas P3 Kabupaten Manokwari Kukuh Saptoyudo, Kamis (4/12/2014) di sela-sela kegiatan di Swiss-belHotel Manokwari mengatakan, usulan pencetakan sawah baru telah diajukan ke Kementerian Pertanian melalui mekanisme e-proposal.

Kukuh optimis usulan itu akan diterima Pemerintah Pusat mengingat program pencetakkan sawah baru sudah menjadi kebijakan nasional di era Jokowi-JK.

“Cuma saya belum tahu karena finalisasi RKH-RKL itu porsinya provinsi, yang bawakan suara kita kan provinsi. Saya belum dapat bocoran apakah usulan kita disetujui atau tidak, “ kata Kukuh.

“Kalau memang disetujui, kita pasti laksanakan. (Karena) Lahannya sudah ada, “ tandas dia.

Adapun lahan yang dipersiapkan untuk dijadikan sawah, lanjut Kukuh, sebagian besar merupakan areal Lahan Usaha Satu (LU-1) milik para transmigran di dataran Prafi dan Masni yang sebelumnya merupakan kawasan perkebunan Kakao.

Areal itu sebenarnya sudah terdaftar sebagai lahan perkebunan. Sehingga seharusnya yang dilakukan adalah merehabilitasi perkebunan tersebut. Namun, ternyata mayoritas petani setempat menolak lantaran tanaman Kakao sudah tidak produktif lagi akibat serangan hama buah sejak beberapa tahun silam.

“Dulu belum ada irigasi ditanami Kakao sekarang Kakao kena hama jadi tidak produktif lagi, petani merasa rugi mereka mau kembali ke cetak sawah, “ jelas pria yang sudah lebih dari 3 tahun menjabat Plt itu.

Kabupaten Manokwari sebelumnya adanya pemekaran wilayah memiliki luasan sawah produktif mencapai 5000 hektar. Setelah Kabupaten Manokwari Selatan berdiri, areal sawah yang tersisa sekitar 4500 hektar, terbanyak di distrik Prafi dan Masni.

“Dengan (tingkat) produksi rata-rata 6 ton per hektar sekali panen untuk gabah kering giling. Tapi bervariasi yang terendah 6 ton ada yang sampai 9 ton, “ pungkas Kukuh. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

One comment

  1. perlu tambahan sawah lagi supaya kita bisa makan enak

Tinggalkan Balasan