Kepala Bapenda Manokwari, Irwanto

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemda Manokwari melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada tahun 2018, mulai memberlakukan pajak rumah kos. Pungutan pajak tersebut dibedakan menjadi dua golongan, yaitu 10 persen bruto dan 10 persen netto.

Kepala Bapenda Manokwari, Irwanto, menjelaskan, jika rumah kos semi permanen dan punghuninya tergolong biasa saja, maka masuk kategori netto. Kategori itu dikenakan pajak bukan penyewa, tetapi pemiliknya.

“Kan kasian kalo dibebankan lagi pada penyewa. Sedangkan yang bruto dikenakan bagi penyewa dengan perhitungan mereka masuk dalam kategori menengah ke atas,” terangnya.

Lebih jauh Irwanto mengatakan, berdasarkan data sementara yang dimiliki instansinya, terdapat 2162 kamar kos di kota Manokwari. Terkait target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dilirik dari pajak rumah kos, berkisar Rp 600 juta hingga Rp1 miliar.

“Ini baru alokasi sementara. Nantinya bisa dapat lebih atau kurang, tinggal bagaimana penerapannya di lapangan. Kita pun sudah melakukan komunikasi dan pemilik sudah melaporkan. Tinggal nanti di kelompokan masuk netto atau bruto,” ucapnya.

Ia menambahkan, peraturan daerah yang mengatur pajak rumah kos sebenarnya sudah berlaku sejak 2014 lalu. Namun baru diterapkan tahun ini, karena sehubungan instansinya memiliki tugas pokok dan fungsi tersebut.

“Ini kan OPD baru, memang sejak dibentuk kita kumpulkan perda-perda mana saja yang bisa menghasilkan PAD. Karena tidak mungkin melakukan penarikan tanpa payung hukum,”tutup Irwanto. (cr-79)

Leave a Reply