Manokwari Terancam Tak Bisa Pertahankan Trophy Adipura

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Rencana mempertahankan Trophy Adipura Mandiri di tahun 2016 serta menargetkan Trophy Adipura Kencana yang ditargetkan Pemerintahan Kabupaten Manokwari terancam gagal. Pasalnya hal tersebut tidak didukung dengan anggaran yang cukup ditahun ini.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Manokwari, Alberth Bandi mengatakan, peluang terbesar Kabupaten Manokwari untuk mempertahankan Trophy Adipura terancam gagal. Karena pada tahun anggaran 2016, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari tidak mendapatkan dukungan dana dari Dana Alokasi Umum (DAU).

DAU merupakan salah satu anggaran yang dipergunakan untuk menjalankan program-program yang bersifat pembangunan ke daerahan dan merupakan salah satu dana yang diprogramkan untuk perlombaan Adipura.

Dikatakan, minimnya dukungan dana disebabkan terjadinya defisit anggaran di pemerintahan Kabupaten Manokwari, sehingga pengurangan anggaran terpaksa harus dilakukan.

Dengan tidak adanya dukungan DAU dari APBD Kabupaten Manokwari di tahun 2016, menyebabkan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari juga terancam tidak melaksanan beberapa program-program kerja yang telah dipersiapkan untuk tahun ini.

“Kami menilai ini cukup merugikan kami, karena dalam waktu dekat penilaian tahap pertama lomba kebersihan antar kabupaten-kota se Indonesia (Tropi Adipura), sehingga kegiatan-kegiatan kebersihan lingkungan serta pengoperasian motor untuk pengangkut sampah otomatis tidak bisa berjalan karena tidak ada dana operasional,” jelasnya.

Selain dirugikan dengan persiapan kebersihan lingkungan dan beberapa kegiatan lainnya, BLH juga terancam tidak dapat membangun Bank Sampah di Desa Organik yang sudah direncanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Padahal itu salah satu syarat untuk meraih Trophy Adipura Mandiri dan Kencana, tapi mau bagaimana lagi ini semua menyangkut kemampuan keuangan daerah,” tukasnya.

Dirinya berharap Trophy yang sudah diraih beberapa tahun belakangan ini tetap dijaga dan dipertahankan, sehingga Kota Manokwari juga bisa menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia.

“Saya berharap ada sedikit kebijakan yang diambil untuk mengalokasikan dana DAU ini, karena persoalan sampah di Manokwari belum diselesaikan secara maksimal,” katanya menjelaskan.

Namun jika hal tersebut nantinya tidak bisa dipertahankan, dirinya mengimbau agar masyarakat ikut mendukung terciptanya kebersihan di daerah ini dengan cara membuang sampah pada tempatnya. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM