Pertemuan POPM Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.

Manokwari Tergolong Daerah Endemis Frambusia

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Manokwari bertekad terlibat penuh dalam upaya eradikasi penyakit frambusia. Terlebih, daerah ini memiliki kasus frambusia yang merata dan relatif tinggi di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, drg. Hendri Sembiring mengatakan, setidaknya ada 6 puskesmas di Manokwari yang pernah menangani kasus frambusia.

6 Puskesmas tersebut diantarnya 12 kasus di Puskesmas Amban, 13 kasus di Puskesmas Nuni, 12 kasus di Puskesmas Warmare, 15 kasus di Puskesmas Tanah Rubuh, 4 kasus di Puskesmas Masni dan 9 kasus di Puskesmas Sidey.

“Upaya yang selama ini dilakukan diantarnya pelacakan kasus di desa atau kampung endemis. Selain itu kami melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan masyarkat serta melakukan survei rutin kepada anak-anak. Jika 1 anak mengidap Frambusia maka Kampung atau desa tersebut dinyatakan Endemik Frambusia,”jelasnya.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan juga memberi perhatian pada kasus-kasus tersebut. Ia mengatakan, penyakit yang menyerang anak-anak dibawah usia 15 Tahun ini kerap kali dialami oleh masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selasa (2/9) menggelar Pertemuan Pembahasan Frambusia dalam Rangka perencanaan pelaksanaan Pemberian Obat Pencegah Masal (POPM).

POPM adalah program yang didorong sebagai upaya Eradikasi Frambusi sesuai komitmen global oleh WHO dan Negara-negara yang endemis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, drg.Hendri Sembiring mengatakan, pelaksanaan POPM Frambusia diharapkan dapat mendapat dukungan dari semua elemen dan para pengambil kebijakan.

“Apapun dan bagaimanapun caranya kita harus berupaya sehingga Kabupaten Manokwari bisa terbebas dari Kasus Frambusia,” katanya. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan