Bupati Manokwari Paulus Demas Mandacan bersama sejumlah anggota DPRD Manokwari saat mengikuti Musrembang di Distrik Manokwari Utara, kemarin.

Manokwari Utara Hadapi Sejumlah Kendala Pembangunan

MANOKWARI, Cahayapapua.comDistrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, pada Rabu (2/3/2016) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembanguan (Musrembang) untuk membahas program kerja tahun 2017 mendatang.

Dihadiri langung oleh Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan serta beberapa anggota DPRD Manokwari, Musrembang yang dipusatkan di halaman Kantor Distrik ini memprioritaskan perbaikan akses jalan dan bidang lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan.

Kepala Distrik Manokwari Utara, Yusak Dowansiba mengatakan, sejauh ini pembangunan di Distrik Manokwari Utara minim perhatian Pemerintah Kabupaten Manokwari, padahal distrik tersebut tidak terlalu jauh dari ibukota kabupaten.

Distrik yang memiliki luas wilayah sebesar 6.22,7 Km ini masih sangat membutuhkan sentuhan pembangunan dari pemerintah baik pemerintah Kabupaten Manokwari maupun Provinsi Papua Barat.

“Masalah yang ada di Manokwari Utara ini adalah jalan dan jembatan. Dimana jembatan dan jalan yang ada saat ini kondisinya rusak berat, bapak bupati sendiri sudah lihat,” kata Yusak.

Selain itu masalah pendidikan juga sangat memprihatinkan. Minimnya tenaga guru membuat siswa yang belajar tidak sebanding dengan tenaga guru yang tersedia di Sekolah Dasar serta Sekolah Menengah Pertama.

“Saya berharap bisa disediakan tenaga guru, karena di SD kami harus datangkan tenaga guru dari Makassar dan pulau Jawa. Universitas yang ada saya harapkan bisa direkrut untuk mengisi sekolah-sekolah yang ada,” jelasnya.

Selain permasalahan jalan, jembatan serta tenaga pendidik, Distrik Manokwari Utara juga terkendala tenaga medis atau perawat. Distrik tersebut terdapat satu puskesmas, enam pos yandu, dan empat pustu. Namun tidak dilengkapi tanaga medis seperti dokter.

Untuk itu dirinya berharap, melalui Musrembang ini Pemerintah Kabupaten Manokwari dapat memperhatikan setiap permasalahan  yang terjadi di distrik tersebut.

Menanggapi permasalahan ini, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan meminta setiap SKPD terkait untuk dapat memperhatian permasalahan ini. Mengingat masyarakat sejauh ini telah mengusulkan pembangunan di wilayahnya, namun tidak pernah dijawab oleh pemerintah.

Bupati juga meminta SKPD terkait untuk memperhatikan program secara baik, sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.

Dikatakan, setiap usulan program yang diajukan baik dari tingkat kampung, distrik hingga SKPD akan dilakukan skoring untuk menentukan skala prioritas, dibagi menjadi tiga skala.

Skala prioritas yang pertama adalah pembangunan talud pengedali banjir, pemberian modal UKM dan lain sebagainya. Prioritas kedua, peningkatan jalan, perkerasan saluran air. Prioritas ke tiga pembangunan hutan kota, pengerukan saluran air, pengadaan peralatan olahraga dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, bupati juga mengatakan khusus untuk distrik ini beberapa potensi seperti pertanian, perkebunan dan peternakaan harus bisa dimanfaatkan. Potensi pariwisata juga perlu dioptimalkan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat di distrik tersebut. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM

Tinggalkan Balasan