Kasubdit Penyusunan Indikator Daerah Tertinggal Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal saat melakukan pertemuan dengan Bupati Mansel didampingi sejumlah stafnya.

Mansel dan Pegaf Masuk Kategori Daerah Tertinggal

JAKARTA, Cahayapapua.com— Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak  di Papua Barat masuk dalam daerah tertinggal. Ini diungkapkan Kasubdit Penyusunan Indikator Daerah Tertinggal Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal Dahlan dihadapan Bupati Manokwari Selatan, Wakil Bupati Pegunungan Arak dan sejumlah perangkat kementrian dalam Forum Evaluasi 112 Kabupaten Daerah Tertinggal di kementrian tersebut.

Dikatakan Dahlan, dalam waktu dekat akan diterbitkan SK berdasarkan Peraturan Menteri.“Secepatnya akan kita terbitkan Peraturan Menteri untuk menerbitkan SK Penentuan Kabupaten Mansel dan Pegunungan Arfak sebagai kabupaten yang masih tertinggal,” terangnya.

Dahlan juga menyampaikan permohonan maaf  kepada masyarakat Manokwari Selatan, karena daerah tersebut baru bisa diakomodir pada tahun 2017. Belum adanya data pada tahun-tahun sebelumnya membuat daerah yang baru mekar ini belum dapat di akomodir dalam program percepatan pembangunan dari Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal.

Terkait hal tersebut, Bupati Markus Waran berharap daerahnya bisa mendapat perhatian prioritas dari kementerian, karena Manokwari Selatan masih sangat membutuhkan dorongan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di daerah tersebut.

Olehnya diminta kepada pemerintah pusat agar penetapan Kabupaten Manokwari Selatan sebagai daerah yang tertinggal segera mungkin di ikuti dengan sejumlah program percepatan pembangunan.

Pentingnya memberikan perhatian khusus bagi Manokwari Selatan karena wilaya kabupaten tersebut tidak seharusnya masuk dalam kategori daerah yang tertinggal, sebab merupakan penghubung beberapa kabupaten dengan ibukota provinsi.

Disayangkan Markus, letaknya yang strategis namun kondisi daerah dan masyarakatnya belum mampu menyaingi daerah dan masyarakat di daerah lainnya.

Pada kesempatan itu, Markus Waran juga meminta pemerintah pusat tidak mengabaikan Kabupaten Pegunungan Arfak. Indikatornya adalah apabila Kabupaten Mansel yang jaraknya lebih dekat dengan pemerintah provinsi memiliki daerah yang masih ekstrim, maka Pegunungan Arfak tentunya jauh lebih parah.

“Kalau kondisi jalan saja sudah parah, bapak/ibu bisa bayangkan bagaimana infrastruktur lainnya. Oleh sebab itu kami berharap kepada kawan-kawan di kementerian agar membantu kami untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kami,” harapnya (ACM)

 

Tinggalkan Balasan