Salah satu titik dalam kawasan hutan lindung Wosi-Rendani yang sudah kosong tanpa pohon. Tampak sebagian dari kawasan ini sudah dipenuhi rumah-rumah penduduk. Foto: Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Mantan Kadishut Manokwari: Hutan Lindung Wosi Rendani Rusak Parah

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Mantan Kepala Dinas Kehutanan Manokwari Silas Jitmau menyoroti kondisi hutan lindung Wosi Rendani yang dinilai semakin hari kian memprihatinkan.

“Ya memang kondisi hutan sekarang sudah semakin memprihatinkan dan sudah rusak parah. Bagian lereng-lereng gunung itu sudah dibangun perumahan. Ada juga yang sudah digusur. Ini yang mempermudah banjir,” kata Silas ketika dimintai tanggapan soal kondisi hutan lindung Wosi Rendani di gedung DPR PB, Senin (24/11/2014).

Ia menilai jika luas hutan tersebut terus menyusut, dipastikan suatu saat aliran air permukaan dari atas akan menerjang badan jalan protokol di dekat lokasi tersebut. Rumah masyarakat yang berada dibawah hutan tersebut termasuk bandara Rendani Manokwari juga terancam. “Ini membahayakan,” ucapnya.

Silas mengatakan ketika menjabat Kadishut Manokwari, luas hutan Wosi Rendani masih 300 hektar. Saat itu ia memperkirakan 100 hektar hutan di kawasan tersebut masih bisa diantisipasi agar tetap menjadi hutan lindung, namun setelah pergantian pimpinan, ia tidak mengetahui kelanjutan penyelamatan hutan tersebut.

Menurut Silas ketika masih memimpin Dishut Manokwari, ia telah menyiapkan program kerja untuk meminta masyarakat sekitar hutan tersebut menanam tanaman buah pada areal sekitar hutan yang pohonnya ditebang. Namun setelah lengser, ia tahu apakah program tersebut dilanjutkan atau tidak.

Dalam sejumlah pertemuan, Dishut Manokwari sendiri telah melakukan sejumlah langkah untuk mengansitipasi meluasnya kerusakan hutan dikawasan tersebut. Langkah terbaru ialah membatasi kawasan yang diboleh dialihfungsikan, dan bertekad memberi sanksi kepada perambah hutan. |DINA RIANTI

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan