Ilustrasi. |Ist

Mantan Ketua DPRD Kota Sorong Terima Honor Ratusan Juta

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Mantan Ketua DPRD Kota Sorong Wilson R Jumame dalam kesaksian di Pengadilan Tipikor Papua Barat, Kamis (20/11/2014) mengakui menerima dana honor pelantikan walikota dan wakil walikota Sorong senilai Rp 165 juta.

Dijelaskan dihadapan Ketua Majelis Hakim Maryono SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Piter Dawir, SH dan Penasehat Hukumnya, Haris Nurlete, SH, saksi Wilson mengatakan, bahwa dirinya mengetahui jika dana yang diterimanya berasal dari uang pelantikan walikota dan wakil walikota Sorong.

Dana untuk pelantikan itu senilai Rp 5 miliar. Namun saksi tidak mengetahui siapa saja anggota DPRD Kota Sorong saat itu yang menerima uang tersebut.

Sementara uang yang telah diterimanya senilai Rp 165 juta menurutnya, telah di kembalikan ke penyidik Polres Kota Sorong melalui Wakil Ketua DPRD Kota Sorong, Abner R Jitmau di atas kwitansi pemberian.

Sedangkan saksi Ariance Sarah Konjol tidak pernah mengetahui anggaran untuk dana pelantikan walikota dan wakil walikota Sorong tahun 2012 lalu. Saksi hanya menerima uang senilai Rp 1,5 miliar untuk diserahkan ke para anggota DPRD Kota Sorong.

Dimana uang tersebut diserahkan saksi ke wakil ketua DPR Kota Sorong. Saksi Petrus Nauw, uang senilai Rp 1,5 miliar itu diperoleh dari terdakwa Markus IEK, Selaku ketua pelaksana pelantikan.

Atas keterangan dua saksi itu, ketua majelis hakim lalu kembali menunda sidang, hingga pekan depan dalam agenda yang sama mendengarkan keterangan saksi.

Usai persidangan, sempat terjadi insiden, dimana istri terdakwa mengejar saksi Ariance Sarah Konjol saat akan menuju ke mobil. Dimana istri terdakwa menuding saksi telah menerima uang dari suaminya, serta apa yang disampaikan dalam sidang sangat menyudutkan suaminya selaku terdakwa. Namun aksi keributan itu tidak berlangsung lama setelah dilerai oleh keluarga terdakwa, sehingga kendaraan yang ditumpanginya, meninggalkan Pengadilan Tipikor Papua Barat.

Dalam dakwaan mantan Kepala Bappeda Kota Sorong, Drs. Markus IEK. M.Si (48 tahun) diseret ke meja hijau terkait kasus dugaan korupsi dana pelantikan walikota Sorong, yang bersumber dari dana APBD tahun 2012 senilai Rp 2.218.827.774.

Modus terdakwa melakukan penyelewengan dana pelantikan walikota dan wakil walikota Sorong, dimana terdakwa Drs. Markus IEK. M.Si, menetapakan harga kebutuhan setiap seksi dengan perkiraan sendiri, tanpa adanya pertimbangan kewajaran maupun standar harga kebutuhan setiap seksi, dimana pencairan dana SP2D-TU, senilai Rp 5 miliar, namun hasil perhitunagn bukti pengeluaran yang sah dan dapat dipertanggung jawabkan senilai Rp 2.781.472.226, mengakibatkan kerugian Negara senilai Rp 2.218.827.774.

Atas perbuatannya, terdakwa Drs. Markus IEK. M.Si, didakwa pasal 2 ayat (1) dan pasal 3, jo Pasal 18 ayat (1),(2),(3) UU RI nomor 31 tahun 1999, Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. |TAKDIR

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan