ilustrasi_Dugaan Korupsi

Mantan Ketua KONI Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kepolisian Daerah Provinsi Papua Barat, Telah menetapkan mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, berinisal AR sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada pembangunan Kantor Koni Papua Barat.

Kabid Humas, Polda Papua Barat, AKBP.JH Sitorus saat di konfirmasi wartawan, Selasa (27/10/2015), mengatakan, penetapan itu sesuai bukti formil sesuai KUHPidana dan KUHAP serta Bukti Materil pelaksanaan pembangunan gedung tersebut.

“Semua keterangan saksi mengarah kepada dia, dan itu yang tidak bisa dipungkiri bahwa dia sebagai tersangka,”kata Sitorus.

Menyusul penetapan status tersangka ini, Polda telah melayangkan panggilan kepada yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan kemarin, namun, AR tidak memenuhi panggilan tersebut.

“Kan baru dipanggilan pertama, jadi haknya beliau datang atau tidak, tetapi bila panggilan ketiga tidak datang juga, maka kami langsung jemput paksa atau tangkap,”ujarnya.

Terkait kasus ini, lanjut Sitorus, Polda saat ini, masih menunggu hasil audit dari badan Pengawas Pembangunan dan Kuangan (BPKP) dan Badan pemeriksaan keuangan (BPK) perwakilan Papua Barat. Dugaan sementara, kerugian Negara pada proyek ini kurang lebih mencapai, Rp 27 miliar.

Sesuai Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dilakukan untuk pembangunan kantor tersebut ditahun anggaran 2012 dan 2013 kurang lebih sebesar Rp.43 miliar, namun diketahui pembangunan Kantor KONI tersebut hanyalah menelan dana kurang lebih Rp.16 miliar.

Sitorus menambahkan, penyidik akan melayangkan surat pemanggilan kedua, untuk pemeriksaan AR sebagai tersangka. |ADITH SETYAWAN | EDITOR TOYIBAN