(kiri ke kanan) Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau gedung Mapolda Papua Barat dari salah satu bagian gedung, Senin (29/1). Gedung Mapolda Papua Barat berbiaya ratusan miliar ini disebut yang terbesar se Indonesia.

Mapolda Papua Barat berbiaya ratusan miliar terbesar se Indonesia

MANOKWARI, Cahayapapua.com Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua Barat, Senin (29/1), diresmikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Markas tersebut berbeda dengan Polda lainnya di Indonesia.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau ruangan Mapolda Papua Barat baru yang beralamat di Andai, Distrik Manokwari Selatan, Senin (29/1).

 

Perbedaan itu adalah terdapatnya Rumah Sakit Bhayangkara yang berada dalam satu kawasan dengan Markas Polda Papua Barat. Rumah sakit bernama Lodwijk Mandacan dimaksudkan untuk menghormati almarhum, ayah dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Suasana saat peresmian gedung Polda Papua Barat.

Jenderal Tito dalam sambutannnya menuturkan, inisiatif membangun Mapolra Papua Barat sebenarnya sudah cukup lama, sekitar 10 tahun silam saat Provinsi Papua Barat terpisah dari Provinsi Papua.

Awalnya, cerita dia, mantan Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi menyediakan lahan di Kampung Susweni, Distrik Manokwari Timur. Namun mempertimbangkan ketersediaan air bersih, maka mantan Wakapolda Pietrus Waine yang saat itu menjabat sebagai LO Papua Barat mengalihkannya ke Kampung Andai, Distrik Manokwari Selatan.

“Saya bersyukur setelah tiga tahun, akhirnya gedung terbaik dan terluas seluruh Indonesia milik Polda Papua Barat berdiri diatas lahan seluas 30 hektar,” ucapnya bangga.

Tidak hanya pertimbangan air bersih, sebut Jenderal Tito, lokasi Mapolda Papua Barat letaknya strategis karena berdekatan dengan Kodam Kasuari dan tak jauh dari Perkantoran Gubernur Papua Barat.

“Ini bukan hanya kebanggaan masyarakat Papua Barat, tetapi juga kebanggaan kami kepolisian Republik Indonesia yang memiliki gedung bagus dan sangat representatif,” ujarnya.

Kepala Biro Sarana dan Prasarana Polda Papua Barat, Kombes Pol. Soedaryono dalam laporannya, melaporkan sejak Polda Papua Barat dikukuhkan pihaknya memiliki lahan ratusan hektar.

Rinciannya, 30 hektar untuk lokasi Mapolda Papua Barat yang terdapat fasilitas kantor pelayanan SKCK, BPKB dan Rumah Sakit Bhayangkara Lodwijk Mandacan. 1,3 hektar di Kampung Soribo yang digunakan rumah dinas Kapolda Papua Barat ditambah 20 hektar tanah bagi rumah jabatan Wakapolda beserta Pejabat Utama Polda Papua Barat.

Ada pula lahan seluas 45 hektar di Distrik Warmare yang rencana dibangun gedung Satuan Brimobda Polda Papua Barat. “Kita juga memiliki 20 hektar lahan di Kampung Susweni yang batal dibangun Mapolda, namun sudah masuk aset Polda Papua Barat yang bersertifikat. Berikutnya adalah hibah tanah dari Pemkab Manokwari Selatan seluas 154 hektar yang akan dibangun Sekolah Polisi Negara (SPN)  Polda Papua Barat,” paparnya.

Untuk pengembangan SPN, Soedaryono mengatakan, ada penambahan lahan seluas 250 hektar. Mengenai anggaran pembangunan fasilitas Polda Papua Barat, lanjut dia, bersumber dari APBN sebesar Rp 200 miliar lebih. Dana tersebut terbagi dalam tahun 2015 sebesar Rp 1,42 miliar untuk membangun Gedung Mapolda Papua Barat Type 14.000 M2,  gedung pelayanan BPKB type 740 M2, kantor pelayanan SKCK type 500 M2, rumah jabatan Kapolda type 450 M2, rumah jabatan Wakapolda type 245 M2.

Sementara TA 2017, dikucurkan  anggaran sebesar Rp 82 miliar yang digunakan untuk melanjutkan pembangunan Mapolda serta Rumah Sakit Bhayangkara Type 4000 M2 maupun rumah jabatan Pejabat Polda Papua Barat sebanyak 21 unit type 160 M2.

Tidak hanya pemerintah pusat, lanjut Soedaryono, Pemprov Papua Barat juga memberikan dukungan angggaran sebesar Rp 33,9 miliar.  Rinciannya, Rp 13,9  miliar digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan Mapolda Papua Barat serta infrastruktur jalan menuju rumah dinas pimpinan polda setempat.

“Tahun 2018 ada tambahan anggaran sebesar Rp 25 miliar. Dana itu kami gunakan untuk halaman  parkir mapolda, rumah sakit,  rumah jabatan dua petinggi Polda serta lanjutan pembangunan jalan,” bebernya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan tahap pertama tahun 2016 dikerjakan oleh PT. Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 96,8 miliar. Untuk pembangunan lanjutan TA 2017 sebesar Rp 9,9 miliar untuk pembangunan Mekanim elektronika. Kantor pelayanan BPKP Ditlantas nilai kontraknya Rp 4,5 miliar.Sedangkan  kantor pelayanan SKCK Dit Intelkam, nilai kontraknya Rp 3,1 miliar.

Sebaliknya rumah jabatan Kapolda Papua Barat, lanjut dia, alokasinya Rp 1 miliar lebih, Wakapolda Rp 1,69 miliar, rumah jabatan pejabat utama Rp 18,8 miliar dan pembangunan rumah sakit Bhayangkara Rp 20,6 miliar.

” Rumah sakit Bhayangkara telah memiliki dokumen Amdal,  Ijin Mendirikan Bangunan, serta ijin membangun rumah sakit yang diterbitkan oleh pemerintah daerah,” terangnya.

Pantuan media ini, peresmian fasilitas Mapolda Papua Barat dihadiri tiga mantan Kapolda Papua Barat antara lain,  Paulus Waterpauw yang kini menjabat Kapolda Medan,  Royke Lumowa Kakor Lantas Mabes Polri serta Kepala Devisi Propam Mabes Polri Martuani Sormin.

Hadir pula Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Ahmad, sejumlah Pejabat tinggi Mabes Polri, Gubernur Papua Barat maupun sejumlah bupati di Provinsi Papua Barat. (mar)

Leave a Reply

%d bloggers like this: