Pistol jenis Magnum 457 spesial model 202 yang disita polisi dari tangan Yanson Dowansiba. Polisi juga menyita 6 butir peluru kaliber 3,8 mm. Foto: CAHAYAPAPUA.com| Patrix Barumbun Tandirerung

Mas Kawin Seret Yanson ke Tahanan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com

Meski terlarang, memiliki senjata api sepertinya sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat di Manokwari. Inilah yang membuat Yanson Dowansiba harus berurusan dengan hukum.

Ia ditangkap beberapa waktu lalu karena kepemilikan senjata yang hendak ia gunakan sebagai mahar perkawinan kerabatnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini pasrah menunggu pemeriksaan kejaksaan setelah kasusnya dilimpahkan oleh penyidik Polres Manokwari ke kejaksaan, kemarin.

Yanson Dowansiba adalah warga kampung Cuheyep, Mangga Dua, Tanah Rubuh, Manokwari. Pria berusia 38 tahun ini ditangkap, Minggu 11 Oktober 2014 sekitar jam 7 pagi dalam sebuah penggerebakan polisi.

Aparat mengetahui Yanson memiliki senjata api berdasar laporan masyarakat. Saat direbek ia tak melakukan perlawanan. Dia tidak bisa lari sebab polisi mengepung rumahnya.

“Senjata saya beli dari kemanakan. Tapi uangnya belum saya kasih,” katanya di Kantor Kejaksaan Negeri Manokwari.

Kemanakannya membeli pistol jenis Magnum 457 spesial, model 202 itu dari seorang anggota polisi. Namun Yanson mengaku tak tahu identitas oknum polisi yang ia maksud. Sementara kemanakannya kini tak tahu berada dimana.

“Itu untuk mas kawin. Saya tidak pernah pakai untuk hal lain,” katanya.

Selain dikawal sejumlah anggota Polri, Yanson didampingi beberapa keluarganya. Pria ini ramah dan tetap menebar senyum meski dikurung dalam tahanan kejaksaan.

Selain senjata, polisi juga menyita 6 butir peluru kaliber 3,8 mm dari rumah Yason.

Meski beralasan ini adalah tradisi, namun kepemilikan senjata pada dasarnya adalah sesuatu yang illegal. Itu sebabnya polisi menjeratnya dengan Pasal 1 ayat (1) UU nomor 12 (Drt)/1951 tentang senjata api.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Manokwari, Irna Indira mengatakan berkas yang diserahkan polisi sudah lengkap. Setelah ini Yason akan berstatus sebagai tahanan Kejaksaan dan dititip di Lapas Kampung Ambon Manokwari.

“Ada waktu 20 hari dan bisa diperpanjang menjadi 30 hari kedepan untuk memeriksa tersangka sebelum dilimpahkan ke pengadilan,” katanya.|TAKDIR | PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan