Masyarakat Distrik Sidey menyampaikan aspirasi mendesak pelantikan kepala Distrik Sidey di kantor bupati, Kamis, 8 Januari 2015. Sudah 6 bulan lebih distrik Sidey tidak punya kepala distrik. | CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Massa ‘Kepung’ Kantor Bupati Desak Pelantikan Kepala Distrik Sidey

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Lebih dari 50 orang warga, Kamis (8/1/2015) pagi mendatangi kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung. Massa yang merupakan perwakilan dari 12 kampung di Distrik Sidey itu mendesak Bupati segera mengisi jabatan kepala distrik Sidey yang sudah sejak 6 bulan terakhir kosong.

Kekosongan terjadi lantaran Kepala Distrik sebelumnya telah meninggal dunia. Sementara Sekretaris Distrik yang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) sudah dilantik menjadi pejabat di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kekosongan itu membuat aktivitas di kantor distrik Sidey lumpuh total. Selama 6 bulan terakhir tidak ada kegiatan pemerintahan maupun pelayanan masyarakat yang berjalan.

“Sudah 6 bulan Distrik Sidey ini tidak ada apa-apa. Tidak ada (kepala) distrik untuk atur akta kelahiran, KK, KTP dan sebagainya. Itu semua tidak ada. Kami kepala kampung tinggal menganggur begitu saja karena tidak ada perintah kami di sana, “ kata Paulus Wariki, Kepala Kampung Meyof.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menginginkan kepala distrik yang baru haruslah putera asli Sidey. Adapun nama yang mereka ajukan ke Bupati adalah Nikolaus Manim yang saat ini menjabat sebagai Kepala Distrik Mubrani.

“Kepala distrik harus anak kami sendiri. Kami harapkan tidak lewat dari satu minggu dari sekarang sudah ada jawaban dan dalam bulan Januari ini sudah ada pelantikan, “ tandas Paulus usai menggelar aksi damai.

Kepada massa yang datang, Sekda Drs. FM. Lalenoh yang menemui mereka menyatakan, aspirasi masyarakat Sidey itu akan diteruskannya kepada Bupati Bastian Salabai. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kepala distrik adalah jabatan struktural sehingga sepenuhnya merupakan kewenangan Bupati.

“Kepala distrik adalah jabatan karier bukan jabatan politik jadi sepenuhnya merupakan hak prerogatif dari Bapak Bupati dengan pertimbangan dari Baperjakat, “ ucap Lalenoh.

Meski berjalan damai, aksi massa itu tetap mendapat pengawalan dari belasan aparat Kepolisian Manokwari. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan