Jalur kereta api Papua. | Detik.com

Master Plan Perkeretaapian Papua Barat Rampung Bulan ini

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Hubkominfo) Provinsi Papua Barat, memastikan studi master plan perkeretaapian di daerah ini, akan rampung pada Desember tahun ini.

Kepala Dinas Hubkominfo, Papua Barat, Bambang Heriawan Soesanto,   berharap, dengan beroperasinya sistem transportasi masal ini, dapat membangkitkan perekononomian Papua Barat.

“Saat ini tim konsultan bersama tim teknis Dinas Perhubungan Papua Barat, tengah melakukan survey dan mengambil data serta masukan terkait studi master plan di kabupaten/kota, tempat dilaluinya trase kereta api lintas Papua Barat,” kata Bambang baru-baru ini.

Tim studi master plan atau rencana induk perkeretaapian, kata Bambang, tengah melakukan studi di lapangan. Ia memastikan hari ini, tim sudah kembali untuk merampungkan master plan perkeretaapian itu.

Ia menyebutkan, pembangunan sistem perkeretaapian ini, merupakan program visible atau program yang memiliki visi jangka panjang. “Sistem perkeretaapian ini harus segera hadir di Provinsi Papua barat, karena, sangat penting untuk meningkatkan perekonomian dengan skala besar,” ujarnya.

Menurutnya sistem perkeretaapian dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas distribusi logistik hasil tambang baik minyak, gas, mineral, batu bara, pertanian, kekayaan alam serta material logistik penopang perekonomian lain di daerah ini.

“Dengan angkutan kereta api yang murah, diharapkan, angkutan tambang bisa lebih efektif dan efisien,” kata Bambang, seraya berharap, masyarakat menerima dan mendukung program ini.

Kata dia, mencontohkan, pengangkutan pasir kuarsa sebagai salah satu bahan baku pembuatan semen, yang dilakukan PT. SDIC Papua Cemen Indonesia Manokwari, dari gunung botak distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan menuju Maruni, Manokwari akan lebih efektif dan efisian jika dilakukan menggunakan kereta api.

“Kalau mengguanakan truk sebagai alat angkut, dapat dipastikan membutuhkan biaya yang cukup besar, ditambah medan transportasi yang sulit, kalau diangkut dengan kereta, biayanya lebih murah dengan tingkat risiko kecelakaan lebih rendah,” ucapnya.

Hal yang sama, untuk pengangkutan material batu bara dari Kabupaten Teluk Bintuni menuju pelabuhan batu bara yang akan dibangun Distrik Momiwaren, Manokwari Selatan.

Gubernur, kata Bambang, telah mengeluarkan rekomendasi tentang pembangunan dermaga khusus oleh PT. Kasuari Belaporta sebagai pemegang hak eksplorasi batu bara di Teluk Bintuni, untuk membangun dermaga khusus angkutan batu bara, di Momiwaren.

Menyoal tantangan geografis di daerah ini, ia menyatakan, sebagian besar topografi diwilayah ini, didominasi oleh pegunungan dan perbukitan. Menurutnya, hal itu tidak perlu dikuatirkan, sebab, teknologi perkeretaapian telah menggunakan tekhnologi modern yang mampu melalui tantangan geografis.

Ia menyatakan, khusus medan topografi yang dianggap ekstrim, pembangunan jalur trase perkeretaapian dapat dilakukan melalui pembuatan terowongan atau melalui jalur pesisir pantai dan metode lainnya sesuai tantangan topografi yang dihadapi.

Perencanaan pembangunan trase perkeretaapian, mengikuti rencana induk perkeretaapian nasional, dimana pembangunan trase utama dimulai dari kota Sorong, melalui Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan dan Manokwari.

“Jalur trase utama lewat jalur selatan Papua Barat, karena wilayah tengah dan utara Papua Barat merupakan kawasan konservasi, yang sulit dijadikan kawasan jalur trase perkeretaapian,” sebutnya. | MUHAMMAD RIZALDY | EDITOR : TOYIBAN

Tinggalkan Balasan