Yan Renwarin (kedua dari kanan) usai diperiksa di kantor Kejari Manokwari beberapa waktu lalu.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Yan Renwarin (YR), mantan Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, yang sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua Barat, lantaran terseret kasus dugaan korupsi pembangunan kantor KONI Papua Barat, 2012-201, akhirnya resmi ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.

Hal itu terjadi ketika penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, melakukan tahap II atau pelimpahan berkas penyidikan dan alat bukti serta tersangka YR, ke Kejati Papua melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Senin (2/10).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua Barat, Kombes Pol Parlindungan Silitonga, didampingi tim penyidik usai tahap II tersebut mengatakan, pelimpahan ini berhasil dilakukan setelah YR menyerahkan diri kepada penyidik, Jumat lalu.

“Hari ini (Kemarin) proses pelimpahan tahap II sudah kita lakukan, meski beberapa kali sempat tertunda, sebab tersangka tidak kooperatif sehingga harus dijemput paksa karena sudah masuk dalam DPO kami (Polda Papua Barat, red),” ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya penyidik menjadwalkan pelimpahan tahap II,kasusdugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.26,7 Milyar ini, ke Kejati Papua, 4 September lalu, namun terdapat kendala teknis hingga dilakukan hari ini.

“Rencana tahap II awal September,tapi ada sedikit halangan, jadi hari ini (kemarin) berhasil kita lakukan dan YR otomatis adalah tahanan jaksa. Dan untuk kasus YR, kami nyatakan tuntas,” tandasnya.

Silitonga menyebutkan, selain disangkakan pasal tindak pidana korupsi,YR juga dikenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). YR ditetapkan sebagai tersangka dari hasil pengembangan terhadap AR yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Manokwari.

“YR selain disangkakan dengan pasal 2 dan 3 UU Tipikor, kita kenakan TPPU. Barang bukti yang disita, uang ada sekitar Rp 2 Miliar dan ada juga disita dalam bentuk valuta asing delapan belas ribu us dollar, 3 unit rumah tipe 36, 1 unit tipe 90 dan 1 unit ruko serta 2 unit kendaraan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Kejari Manokwari, Agus Joko Santoso, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Muslim, yang ditanya, jika tersangka YR kembali melakukan upaya pembantaran atau penangguhan. Ia menegaskan, tak akan meberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk kembali bebas berkeliaran di luar sebelum mendapat putusan  yang berkekuatan hukum tetap.

“Terkait pembantaran, kami tetap pada instruksi pimpinan bahwa kami tidak bisa lagi menyetejui pembantaran jika dimintai Hal ini dimaksud agar proses persidangan dapat berjalan lancar,” tegas Muslim.

Sebelumnya, YR, ditanggguhkan penahanannya, dengan alasan sakit.Namun hal ini justru dimanfaatkan lain oleh YR, dengan beberapa kali mengabaikan panggilan penyidik, sehingga dimasukan dalam DPO, hingga dijemput paksa. (cr-80) 

 

Leave a Reply