Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
Masyarakat Adat Knasaimos dapat izin kelola hutan seluas 3.545 hektar - Cahaya Papua
Penyambutan kru Kapal Greenpeace Rainbow Warrior saat merapat di Dermaga Manokwari, kemarin

Masyarakat Adat Knasaimos dapat izin kelola hutan seluas 3.545 hektar

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Setelah mendapatkan izin tentang hutan desa dari Pemerintah Provinsi Papua Barat pada Maret 2017 lalu, hutan Kampung Manggroholo dan Sira di Kabupaten Sorong Selatan mendapatkan hak untuk mengelola hutan.

Seluas 3.545 hektar sebagai bagian wilayah adat Knasaimos.  Kawasan hutan desa itu merupakan awal dan bagian dari lahan Knasaimos yang lebih luas yakni 80.000 hektare mendapatk ancaman dari penebang liar dan pengembangan kelapa sawit.

Hal tersebut dikatakan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH), Bambang Suprianto saat memaparkan materinya tentang pengelolaan hutan berbasis masyatakat, Senin (12/3) di ruang tunggu Pelabuhan Pelni Manokwari.

Dengan adanya peraturan menteri LHK nomor 83 tahun 2016 tentang perhutanan sosial, mayarakat kampung Manggroholo-Sira telah merasakan manfaatnya.

“Dalam peraturan menteri LHK nomor 83 itu, diatur perhutanan sosial terdiri dari berbagai macam skema diantaranya hutan tanaman rakyat, hutan kemitraan, hutan kemasyarakatan, hutan adat dan hutan desa,” paparnya.

Dikatakan, dalam studi tentang potensi hutan yang ada di daerah tersebut, ditemukan bahwa sagu dan damar memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan yang signifikan, dan sesuai dengan minat dan keterampilam masyarakat.

“Pohon dari spesies Agathis sp dan Dipterocarpaceae pada umumnya digunakan untuk produk pernis, sementara sagu berasal dari pati bisa digunakan untuk berbagai macam produk makanan,” ungkapnya.

Masyarakat adat Knasaimos telah menunjukkan bagaimana adat dapat mengelola lahan untuk mencegah pembabatan hutan dan pengembangam perkebunan skala besar, serta dapat mewujudkan bebas deforestasi.|Elyas Estrada

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: