Gelisa (Gerakan Liahat ambil Sampah), Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari.

Masyarakat – BLH Manokwari Luncurkan “GELISA” Tangani Sampah

MANOKWARI, Cahayapapua.com– Guna menciptakan Kabupaten Manokwari yang bersih, hijau dan asri, Badan Lingkungan Hidup Manokwari, menggelar pertemuan bersama Semua Karang Taruna dan beberapa organisasi kepemudaan.

Pertemuan yang dipimpin langsung Kepala Badan Lingkungan Hidup Manokwari, Alberth Bandi ini membahas beberapa rencana kerja tentang penanganan sampah di daerah ini.

Alberth Bandi mengatakan, pertemuan ini merupakan inisiatif BLH Manokwari.“Jadi dalam pertemuan tersebut, baru diketahui ternyata banyak lembaga masyarakat maupun karang taruna yang prihatin dengan masalah sampah di Kabupaten Manokwari,” kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan elemen masyarakatini menyampaikan komitmen mereka, bersama pemerintah untuk mencegah dan mengatasi sampah di pusat dan pinggiran Kota Manokwari.

“Kami sudah membuat kesepakatan yang akan dibuat secara tertulis, diantaranya gerakan baru yang telah dibuat dan diberi nama ‘Gelisa’, atau Gerakan Lihat Ambil Sampah,”jelasnya

Terbentuknya gerakan ini membuktikan masih adanya kepedulian dan keinginan masyarakat untuk terlibat memerangi sampah. Dia berharap, melalui gerakan ini Manokwari dapat mengatasi masalah sampah ini.

Gerakan tersebut akan dijalankan dari masyarakat akar rumput atau dapur masing-masing rumah tangga. Sampah akan dipilah untuk didaur ulang.

Dalam pertemuan tersebut BLH bersama perwakilan elemen masyarakat menetapkan satu hari khusus yang dibuat untuk mengumpulkan sampah-sampah yang susah terurai secara alami.

Pada kesempatan itu, lanjut Bandi, masyarakat meminta pemerintah Kabupaten Manokwari, berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan penghasil sampah an organik, agar sampah dari produk yang mereka jual dapat dibeli kembali untuk didaur ulang.

“Seperti Kemasan Air Mineral itukan susai terurai, jadi kami akan minta ke mereka agar jangan hanya menjual tetapi juga mau membantu pemerintah dalam penanganan sampah ini, karena ini berasal dari produk mereka,” imbunya

Warga juga minta pemerintah membuka bank sampah serta kampung organik, untuk mengatasi masalah sampah-sampah tersebut. “Kalua soal itu memang kami pernah rencanakan, namun karena situasi dan kondisi anggaran membuat kami belum melaksanakanya,”ucapnya. (ACS)

Tinggalkan Balasan