pilkada-serentak-2015.

Matias – Ismail Laporkan KPU Kaimana ke DKPP

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com- Tim pemenangan pasangan Matias Mairuma dan Ismail Sirfefa telah melaporkan KPUD Kaimana kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Laporan itu dilayangkan karena KPU setempat tidak melaksanakan instruksi KPU Provinsi Papua Barat melalui surat Nomor 172/KPU.Prov-032/IX/2015 untuk melaksanakan keputusan Panwaslu Kaimana Nomor 01/PS/PWSL.KMN.34.03/VIII/2015 yakni membatalkan SK KPUD Kaimana Nomor 32/KPU-KAB.032/VIII/2015 dan menerbitkan SK yang baru untuk memasukan Pasangan Calon Drs.Matias Mairuma dan Ismail Sirfefa sebagai peserta Pilkada Kaimana tahun 2015.

Hal ini disampaikan juru bicara tim pemenangan Matias-Ismail, Charlly Maipauw yang menghubungi Cahaya Kaimana, Rabu (30/9/2015) petang. Dikatakan, perlawanan yang dilakukan KPUD Kaimana untuk tidak melaksanakan petunjuk KPUD Propinsi Papua Barat adalah sebuah tindakan yang jelas-jelas melanggar kode etik penyelenggara Pemilu.

Isi surat yang dikeluarkan KPU Propinsi Papua Barat lanjutnya, sangat jelas dengan fakta dan bukti hukum sesuai Undang-Undang Pemilu dan PKPU. Untuk itu, tidak ada ruang untuk KPUD Kaimana tidak melaksanakan putusan Panwas Kaimana sesuai surat yang dikeluarkan KPU Provinsi.

Charlly menilai KPUD Kaimana sudah dimasuki angin politik dan secara terbuka didepan umum menunjukkan keberpihakannya pada salah satu pasangan calon.

Untuk itu, Charlly meminta lembaga penyelenggara Pemilu di tingkat atas untuk segera mengambil tindakan menon-aktifkan Komisioner KPUD Kaimana sehingga semua tahapan Pilkada dapat berjalan maksimal sesuai aturan yang berlaku.

“Demokrasi kita sudah dinilai cacat karena penyelenggara tidak sehat lagi. Tidak ada alasan untuk KPUD Kaimana tidak melaksanakan Putusan Panwas Kaimana karena dari sisi hukum sangat jelas, kewenangan sangat jelas. Cuma saja KPUD kita masuk angin,” ungkap Charlly sambil tertawa sinis.

Lebih jauh Charlly menegaskan, sudah memberikan laporan resmi ke DKPP Pusat terkait masalah ini dan hasil koordinasi menyebutkan berkas yang diajukan Tim Matias-Ismail sudah layak untuk disidangkan.

Rencananya lanjut Charlly, minggu depan akan ada jadwal sidang gelar perkara di DKPP dan berharap persoalan Kaimana bisa masuk dalam jadwal tersebut. Charlly juga berharap KPU Propinsi dan Bawaslu juga dapat mengajukan permohonan sebagai pihak terkait dalam sidang kode etik nanti.

Sebelumnya, Ketua KPUD Kaimana Hasbulla Furuada, SP didampingi anggota komisioner Aida Wahyuni, SP saat menghadapi massa pendemo pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati yang telah dinyatakan lolos sebagai peserta Pilkada, Hasan Achmad-Amos Oruw dan Freddy Thie-Mohammad Lakotani, Selasa (29/9) petang, secara terbuka menyampaikan keputusan bersama komisioner KPU Kaimana.

Dikatakan, hasil rapat pleno penetapan perubahan berita acara momor 32/VIII/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Sebagai Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kaimana Tahun 2015 adalah 3:2. Tiga komisioner menerima agar KPUD Kaimana melakukan perubahan berita acara, sedangkan dua lainnya menolak. Ia juga mengatakan dirinya termasuk komisioner yang belum mau menandatangani perubahan berita acara.

“Berita acara itu diambil berdasarkan keputusan masing-masing anggota komisioner. Tadi dalam rapat karena komisioner itu ada lima, makanya ada istilah 5:0, 4:1 ataupun 3:2. Dan keputusan secara lisan dalam pertemuan tadi adalah 3:2. Tiga teman setuju, dua orang tidak. Tapi secara tertulis berita acaranya belum kami tandatangani.

Saya yakin teman-teman bertiga punya alasan mengapa menyatakan setuju melakukan perubahan,” ujarnya membeberkan persoalan internal KPUD yang disambut teriakan ‘hidup Ketua KPU’ oleh massa pendemo yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada KPU Kaimana agar tidak merubah keputusan lama dan tidak mengakomodir Matias-Ismail.

Sebelum menjelaskan hasil rapat, dua komisioner ini mendapat sambutan hangat massa pendukung yang memposisikan keduanya sebagai penyelamat. |ISABELA WISANG