Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi.

Mawoy Lokasi Paling Memungkinkan untuk Bandara Baru

WASIOR, Cahayapapua.com— Dari tiga alternatif rencana lokasi pembangunan Bandara baru di Teluk Wondama, Mawoy mendapat skor atau nilai tertinggi dibanding dua lokasi lain yakni Bandara lama di Wasior dan kampung Yopanggar, distrik Teluk Duairi.

Berdasarkan kajian lapangan pra studi kelayakan (Pre Feasibility Studi) yang dilakukan tim konsultan dari PT. Portal Engineering Perkasa, Mawoy mendapat total  171 berbanding 169 untuk Yopanggar dan 168 untuk Bandara lama di Wasior.

Skoring tersebut meliputi sejumlah aspek antara lain kelayakan pengembangan wilayah, kelayakan ekonomi, kelayakan operasional, kelayakan angkutan udara dan kelayakan lingkungan.

Hasil kajian tersebut dipaparkan Kamis (23/2) di ruangan terminal penumpang pelabuhan Wasior. Kegiatan yang digagas Dinas Perhubungan dihadiri oleh Bupati Bernadus A. Imburi, sejumlah anggota DPRD dari komisi terkait serta pimpinan SKPD dan masyarakat pemilik hak ulayat tanah lokasi Bandara baru.

“Dari kondisi total nilai yang diperoleh lokasi alternatif II (Mawoy) merupakan lokasi yang terpilih (selected location) untuk pembangunan Bandara baru di Kabupaten Teluk Wondama, “ kata Sugandi dari PT. Portal Engineering Perkasa.

Dipaparkan juga bahwa kebutuhan anggaran untuk pembangunan Bandara baru di Mawoy sebesar Rp.103 miliar jauh lebih murah dibandingkan kalau lokasinya di Yopanggar yang membutuhkan dana pembangunan mencapai Rp.696 miliar.

Sementara untuk bandara lama sudah sulit dikembangkan karena lahan di sekitar bandara sudah penuh dengan pemukiman warga.

Sesuai dengan kondisi lahan di Mawoy, direncanakan panjang runway atau landasan pacu di Mawoy minimal 1.600 meter dan bisa dikembangkan hingga mencapai 3.200 meter. Dengan tipikal tersebut, pesawat yang memungkinkan adalah jenis ATR dengan kapasitas 65-70 penumpang.

Dijelaskan Sugandi, dari tinjauan komprehensif pembangunan wilayah, pembangunan bandara baru secara esensial akan berperan sebagai prasarana dasar wilayah yang mampu membuka demand baru dan efisiensi transportasi udara. Juga untuk mendukung pelaksanaan pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik.

“Juga sebagai prasarana stimulus sektor wisata Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), “ terang Sugandi.

Bupati Imburi mengharapkan pembangunan bandara baru bisa direalisasikan dalam rangka mendorong percepatan kemajuan daerah. Karena itu dia mengimbau pemilik tanah lokasi bandara agar mendukung rencana itu dengan secepatnya memberikan rekomendasi persetujuan pelepasan lahan.

Keputusan akhir mengenai di mana lokasi bandara baru nantinya akan diputuskan oleh Kementerian Perhubungan. Meski demikian, Kepala Dinas Perhubungan Bernad Setiawan menargetkan pembangunan fisik tahap awal Bandara baru bisa dilakukan pada 2018. (BRV)

Tinggalkan Balasan