Pascalina Jamlean

“May Day” Papua Barat Diwarnai Kegiatan Sosial

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Hari Buruh internasional atau May Day berjalan humanis tanpa aksi unjuk rasa layaknya di wilayah Jawa. May Day Papua Barat diwarnai kegiatan sosial yang melibatkan pemerintah daerah, asosiasi perusahaan dan pekerja.

Seperti halnya May Day yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Manokwari, Senin (1/5). Kegiatan yang melibatkan Disnakertrans kabupaten bersama asosiasi penguasaha indonesia, Serikat Buruh, dan berbagai organisasi buruh di daerah ini diisi dengan kegiatan sosial seperti jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta deteksi dini kanker servics bagi pekerja wanita dan istri pekerja .

“Setiap tahun kita menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan para pekerja di Provinsi ini.Kita tidak ikut dalam demo Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta,”kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Papua Barat Pascalina Yamlean, disela kegiatan tersebut.

Dia menyebutkan, rangkaian kegiatan sosial tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah bersama perusahaan kepada buruh. Disisi lain, hal ini untuk mempererat hubungan dengan para pekerja.

Pascalina mengatakan, secara nasional, setiap tahun para buruh menggelar demo damai di kota-kota besar di Indonesia. Hal yang terus disuarakan para buruh tidak terlepas dari masalah outsourcing, sistem magang, jaminan sosial pekerja dan tolak upah murah, serta upah hari pensiun dan berbagai tuntutan lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh.

Menurutnya, masalah outsourcing,  magang, jaminan sosial, upah hari pensiun dan lain-lain, merupakan domain pemerintah pusat untuk mengakomodir tuntutan maupun saran para buruh pada demo damai hari ini.

Peringatan hari buruh yang digelar di eks kantor gubernur Jalan Siliwangi melibatkan seluruh elemen pekerja yang tergabung pada sejumlah organisasi buruh atau pekerja, organisasi pengusaha, BPJS Ketenaga Kerjaan, Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia.

“Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas tahunan setiap tanggal, 1 Mei untuk memperingati hari buruh Nasional. Setiap tahun berjalan lancar dan aman, mereka (buruh) pun merasa mendapatkan perhatian dari pemerintah,” tandas Pascalina. (IBN))

Tinggalkan Balasan