Agustinus Saa ditemukan meninggal tanpa busana di kamar mandi Penginapan Sinar Abadi, Kali Tubi, Kota Bintuni, Rabu kemarin, sekitar pukul 15.00 Wit. |Arif Triyanto/ Cahaya Papua

Mayat tanpa busana ditemukan di kamar mandi Penginapan Sinar Abadi

BINTUNI, Cahayapapua.com— Warga Kampung Lama, Kali Tubi, Kota Bintuni, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa busana di kamar mandi di salah satu penginapan, Rabu (21/3) sore.

Korban berjenis kelamin laki -laki itu ternyata diketahui bernama Agustinus Saa (45 tahun), warga Km 2, Dsitrik Bintuni, yang kesehariannya bertugas sebagai guru.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP, Andriano Ananta, melalui Kapolsek Kota Bintuni, Iptu Herman mengatakan, informasi penemuan mayat di Penginapan Sinar Abadi, Kali Tubi disampaikan oleh salah satu anggota polisi yang berdinas di kesatuan Brimob.

“Dapat informasi itu, tim indentifikasi dari Reskrim Polres Teluk Bintuni langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Tepatnya di kamar No 3, ditemukan korban dalam posisi tengkurap dan mengeluarkan darah,” kata Herman kepada wartawa di lokasi kejadian.

Berdasarkan  informasi dari saksi pertama  yang melihat korban yakni resepsionis Penginapan Sinar Abadi, Yayuk Wardana Sari Putri (26 tahun), kutib Herman, korban masuk memesan kamar Selasa (20/3) sore, dan rencana meninggalkan kamar Rabu (21/3) pagi. Namun ditunggu hingga siang, korban tak kunjung nongol untuk menyelesaikan administrasi sewa kamar.

Saksi kemudian berinisiatif mengecek ke kamar korban, namun korban tidak ditemukan. Saat membuka kamar mandi, ternyata penghuni kamar sudah tergeletak dalam posisi tengkurap.

“Saat saksi hendak  membuka pintu kamar mandi, pintunya terpentok jasad korban, jadi sempat ngintip sedikit, dia (korban) posisi tengkurap, tergeletak di lantai kamar mandi. Dari situ dia (saksi Yayuk) melapor ke petugas terdekat yaitu ke Brimob yang terdekat, dan Brimob yang meneruskan ke kita,” tuturnya.

Dari hasi olah TKP, lanjut Herman, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa pakaian korban, KTP dan sepatu.  Mengenai darah yang keluar dari bagian kepala korban, Kapolsek mengaku belum bisa memberikan keterangan secara pasti, karena masih menunggu hasil pemeriksaan petugas medis atau visum.

“Kita akan mengumpulkan alat bukti pendukung, mungkin ada orang lain selain dia yang berkunjung, sejauh mana peran dalam kunjungannya, nanti setelah penyelidikan. Kami belum bisa memberikan statement penyebab kematian korban,” ujarnya.

Pantuan media ini, setelah olah TKP dilakukan, korban langsung di bawa ke RSUD Bintuni untuk dilakukan pemeriksaan medis. Kasus ini ditangani oleh Polsek Kota Bintuni yang dibackup oleh Satreskrim Polres Teluk Bintuni. |Arif Triyanto

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: