Memalukan, asyik tarik pungutan, pegawai Perindagkop kena OTT

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Manokwari menyambut baik kerja tim sapu bersih pungutan liar atau Saber Pungli yang menangkap tangan dua pegawai Kantor Dinas Perindustrian, Perdangangan dan Koperasi (Perindagkop) Manokwari di Pasar Wosi, Manokwari. Pemda Manokwari mendukung pihak kepolisian meneruskan kasus tersebut hingga ke meja hijau, agar menjadi pelajaran bagi aparatur sipil negara lain di daerah ini.

Tim Saber Pungli Manokwari pada Senin (5/3), menggelar operasi tangkap tangan terhadap dua oknum ASN yang bekerja di Dinas Perindagkop Manokwari. Keduanya adalah GW berumur 37 tahun dan MK (42).

Mereka ditangkap saat sedang menjalankan operasi mereka menarik pungutan liar kepada para pedagang di Pasar Wosi Manokwari pada sore hari atau pukul 17.00 WIT. Mereka tidak berkutik ketika tim tiba-tiba muncul dan langsung meringkus mereka.

Kasat Reskrim Polres Manokwari Ajun Komisaris Polisi Indro Reskyadi mengatakan dari tangan kedua pegawai tersebut tim Saber Pungli menyita uang tunai sebesar Rp. 700 ribu  dengan pecahan 100 ribu empat lembar dan pecahan 50 ribu enam lembar.

Ia menjelaskan bahwa kedua pegawai Perindagkop Manokwari beraksi dengan membawa buku catatan setoran pungutan yang mereka tarik dari para pedagang.

Secara terpisah Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan membenarkan informasi penangkapan tersebut dan mengapresiasi kerja tim Saber Pungli. “Selaku bupati saya apresiasi kinerja tim Saber Pungli yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan terhadap dua oknum ASN tersebut,” kata Demas saat dikonfirmasi Cahaya Papua, Selasa (6/3).

Demas menegaskan agar kedua pegawai ASN tersebut diproses hukum sehingga memberikan efek jera dan pelajaran kepada ASN lainnnya. “Perlu diproses lebih lanjut agar ada efek jera kepada yang lain. Saya kasus ini dikembangkan, siapa tahu ada keterlibatan orang lain,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Sekda Manokwari F.M Lalenoh. Kepada wartawan, FM Lalenoh menegaskan, pemerintah daerah lepas tangan terhadap persoalan hukum yang dihadapi kedua oknum tersebut, sebab mereka telah mencoreng nama baik Pemkab Manokwari.

“Tidak akan diberikan pendampingan hukum bagi pelakunya. Dan saya secara pribadi merasa kecewa ada ASN yang melakukan perbuatan itu,” sesalnya.

Menurut Lalenoh, kedua pegawai itu disebut menjanjikan lapak kepada pedagang di Pasar Wosi dengan imbalan sejumlah uang. Kenyataannya, lapak yang dibangun oleh pemerintah daerah tanpa pungutan biaya alias gratis. “Tidak boleh ada pungutan ke pedagang. Lapak itu diberikan secara gratis untuk dimanfaatkan berdagang,” tukasnya.

Dua pelaku tersebut kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka telah digiring ke Mapolres Manokwari untuk dimintai keterangan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan terhadap para saksi yang dilakukan oleh penyidik Tim Saberpungli. | Adlu Raharusun | Lisna Boroallo

Leave a Reply

%d bloggers like this: