Ilustrasi-Korupsi

Menanti episode baru penanganan korupsi dana KONI

*Polisi minta YR dan AR terbuka

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Polisi telah menyeret dua mantan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat terkait kasus korupsi pembangunan gedung di Kampung Susweni, Manokwari.

Digadang-gadang masih ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Dengan kemampuan yang dimiliki, Polda Papua Barat diharapkan mampu membongkar tuntas kasus yang merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah itu.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua Barat Kombes Pol Parlindungan Silitonga berharap tersangka YR dan AR terbuka dan bersedia berbagi data untuk menjerat dugaan adanya tersangka lain dalam kasus ini.

Silitonga menyebutkan, penyelidikan yang dilakukan terhadap kasus korupsi akan terus dilakukan sepanjang masih ada pihak lain yang terlibat, termasuk dalam kasus KONI. Jika ada bukti baru polisi akan meringkus tersangka baru yang terlibat. “Kita berharap tersangka YR maupun AR bagi data lah. Kita terus lanjutkan kasus ini, kalau ada data yang dikasih ke kami itu lebih bagus lagi,” kata dia.

Belum lama ini, pengacara tersangka YR meminta penyidik memeriksa Mantan Ketua Umum KONI Papua Barat terkait kasus tersebut. Parlindungan menyatakan, siapa pun yang dibutuhkan dalam kasus ini akan diperiksa demi mengungkap kasus tersebut.  “Entah itu ketua umum, atau diatas ketua umum. Kalau memang ada indikasi kita periksa. Untuk itu mari, kalau ada data tolong dibagi ke penyidik,” ucapnya.

Penyidik, lanjut dia, telah mengagendakan untuk meminta keterangan dari auditor BPK RI. Keteranganya dibutuhkan terkait hasil audit dana hibah yang dikucurkan pemerintah daerah kepada KONI. “Kami sudah mengajukan permohonan ijin untuk pemeriksaan ini. Tapi sampai sekarang ijin belum keluar,”bukanya. (IBN)

Tinggalkan Balasan