Menuju Suksesi Papua Barat 2017, PKB Mulai Lirik Calon Potensial

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai melirik tokoh-tokoh potensial menuju suksesi Papua Barat tahun 2017 mendatang. Hal ini menyikapi tingginya antusias masyarakat menaruh perhatian pada agenda politik pilkada gubernur dan wakil gubernur Papua Barat yang diagendakan bulan Februari 2017.

“Hajatan demokrasi terbesar di Papua Barat ini tinggal setahun lagi. Wajar jika akhir ini semakin panas orang bicara soal siapa calon potensial yang bakal maju,” kata Wakil Ketua DPW PKB Papua Barat, M. Nasir Tokomadoran, Rabu (13/1/2015).

Kata Nasir, DPW PKB melibatkan IDCS (Institute of Democrazy and Civil Sosiety) melakukan survei dalam bentuk diskusi-diskusi informal untuk mendapatkan bakal calon potensial.

Berikut adalah rilis hasil survei di 12 kabupaten dan satu kota se-Papua Barat terhadap sejumlah nama yang dikemukakan miliki potensi sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur potensial.

Sebanyak 12 nama antara lain, Hermus Indou, Irene Manibuy, Dominggus Mandacan, Wahidin Puarada, Stefanus Malak, Nataniel Mandacan, Baltasar Kambuaya, MR. Kambu, Alfons Manibuy, Albert Torey, Yorrys Raweyai, dan Robert Kardinal.

Mereka ini disebut-sebut mendapat perhatian publik di Papua Barat. Sementara di posisi wakil gubernur yakni, Abdullah Manaray, Musa Kamudi, Baesara Wael, Otto Ihalauw, Bahmudin Fimbay, Bernard Sagrim, Markus Wanma, Origenes Nauw, dan Idris Iskandar Alam.

“Soal siapa yang bisa maju itu akan kembali pada dukungan partai politik serta mendapatkan rekomendasi Majelis Rakyat Papua tentang Orang Asli Papua. Sejumlah nama ini berdasarkan fakta lapangan,” katanya.

Partai yang didirikan mendiang almarhum Gusdur ini merasa sangat berkepentingan dalam agenda pilkada, sehingga hasil survei yang ini menjadi referensi untuk menentukan sikap politik kedepan.

Nasir menambahkan, nama-nama yang dirilis layak, namun akan terseleksi ketika mendapatkan dukungan partai politik dan pengakuan dari Majelis Rakyat Papua serta diterima oleh masyarakat atau tidak.

“Kami akan terus melakukan survei ini dengan mengkuti tahapan yang akan dilaksanakan oleh KPU. Kami akan meng up date informasi politik ini kepada masyarakat Papua Barat,” pungkasnya. |RASYID FATAHUDDIN|EDITOR : BUSTAM