Perahu Nelayan Lokal Manokwari

Menyusup ke Perairan Manokwari, Kapal Asing Teror Nelayan Lokal

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-  Sebuah kapal ikan yang diduga milik

nelayan asing, Kamis (11/8/2016) menyusup ke wilayah perairan Manokwari dan mengejar tiga perahu nelayan borobudur II. Tidak aksi kontak senjata, namun pengejaran itu membuat  sembilan nelayan Manokwari yang hendak mencari ikan di daerah tersebut ketakutan. Laule, satu dari  sembilan nelayan lokal tersebut menuturkan pengejaran itu berlangsung selama enam jam. Beruntung, ia bersama delapan orang rekanya berhasil lolos. Menurutnya, Kapal ikan berukuran panjang sekitar 25 meter itu masuk dari jarak sekitar 60 mil laut dari garis pantai Manokwari. Dari lokasi itu, kapal mengejar mereka hingga di wilayah perairan Arowi. “Tadi malam kami berangkat dari rumah sekitar pukul 10. Kami tiba di rumpon (rumah ikan) di jarak 60 mil sekitar pukul tiga pagi. Kami belum sempat dapat ikan, kapal lalu datang dan mengejar kita,” kata dia. Dia menuturkan, pengejaran dilakukan dari pukul 04.00 dini hari hingga pukul 10.00 waktu setempat. Pagi itu ia bersama dua orang rekanya dalam satu perahu, enam orang lainya berada di dua perahu yang berbeda. Sejak bertahun-tahun menggeluti profesi sebagai nelayan di daerah tersebut. peristiwa ini baru pertama kali ia alami. “Dilokasi itu kapal-kapal besar biasa lewat, tapi mereka tidak pernah mengganggu kami. Pagi itu kami kaget tiba-tiba kapal datang dan mengejar,” katanya. Laule tidak mengetahui motif dari awak kapal asing tersebut. Kapal itu berwarna biru dan bagian atasnya berwarna mutih. “Kami tidak sempat melihat kru kapal, kami tidak sempat karena buru mencari lokasi tempat aman,”ujarnya lagi. Ketua Nelayan Komplek Borobudur II Manokwari, Laode Caluddin mengatakan, sesuai ciri-cirinya, kapal seperti ini biasanya milik nelayan asing. “Entah dari negara mana, tapi kapal seperti ini bukan kapal Indonesia, namun saya curiga di dalam kapal ini ada kru dari warga negara Indonesia,,” katanya seraya menambahkan, kejadian serupa pernah dialami sekitar 10 tahun yang lalu. Dia menilai, kapal ini cukup nekat karena berani mengejar nelayan lokal hingga ke wilayah perairan yang jaraknya cukup dekat dengan garis pantai kota Manokwari. Dia berharap, hal ini menjadi perhatian serius aparat baik TNI Angkatan Laut maupun Kepolisian. Selain mengejar rekanya, ia kuatir awak kapal tersebut juga mengobrak-abrik rumpon milik nelayan lokal di daerah tersebut.(IBN)

Tinggalkan Balasan