Anggota Komunitas Motor Pecinta Bumi Papua Barat (KMPB) kibarkan Bendera Merah Putih di areal kantor gubernur Papua Barat – Arfai. Ini dalam rangka memperingati HUT ke- 70 TNI.

Merah Putih Sepanjang 10 Meter Dikibarkan di Kantor Gubernur Arfai

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Bendera Merah Putih ukuran 5×10 meter berhasil dikibarkan oleh Komunitas Motor Pecinta Bumi Papua Barat (KMPB) di areal kantor gubernur Papua Barat -Arfai dalam rangka memperingati HUT TNI ke-70 tahun 2015, Senin (5/10/2015) lalu.

Pengibaran bendera ukuran 5×10 meter oleh KMPB Jalur Merah Putih ini bukan pertama kalinya dilakukan. Pada momentum-momentum hari besar Nasional, komunitas ini selalu proaktif mensosialisasikan pentingnya kesadaran cinta merah putih dan bela negara bagi masyarakat Papua Barat.

Ketua KMPB Jalur Merah Putih, Abdul Jalil Papuspaus saat bertandang ke redaksi Cahaya Papua, Selasa (6/10/2015) malam menyatakan, meskipun susah payah menggalang dana untuk kegiatan cinta merah putih, tapi tidak menyurutkan semangat para pemuda ini untuk melakukannya.

Menurut Abdul, pengibaran bendera yang diikuti oleh putra/putri asli Papua ini, selain untuk memupuk kecintaan terhadap tanah air juga untuk menunjukan bahwa Papua sebagai zona damai.

Pengibaran bendera ukuran besar itu, kata Abdul semula dijadwalkan akan dikibarkan pada pukul 07.00 WIT, namun molor hingga pukul 18.00 WIT. Hal itu dikarenakan minimnya anggaran untuk membiayai kegiatan pengibaran bendera.

Menurutnya, lembaga pemerintah seperti TNI, Polri, Kesbang-Pol Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat, dan DPRD Kabupaten Manokwari dan Papua Barat mestinya memberikan perhatian serius terhadap penanaman kecintaan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesiaan.

Ia menyayangkan aksi pengibaran bendera merah putih yang dilakukan selama ini tidak mendapatkan dukungan baik dukungan finansial maupun moril.

Hal itu kata Abdul dapat dibuktikan dengan tidak adanya bantuan anggaran kegiatan kepada komunitas yang dipimpinnya. Malah sumbangan itu datangnya dari personal masyarakat Manokwari yang peduli dengan kegiatan cinta merah putih yang dilakukan oleh komunitasnya.

Ia mengungkapkan, dari sekian banyak tokoh yang dan lembaga yang menyerukan semangat cinta tanah air, hanya segelintir orang yang peka terhadap kegiatan ini dengan bantuan dana akhirnya kegiatan tersebut dapat dilaksanakan, walaupun harus menyisakan hutang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Agus Warbal, Bapak Sami Saiba dan bapak kepala Fasharkan TNI AL yang dengan tulus membantu memfasilitasi anggaran kegiatan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan sukses,” ucap Abdul.

Abdul berharap dukungan semua pihak termasuk Polda Papua Barat, Badan Intelejen Daerah dan Pemrov Papua Barat dapat mendukung kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih dengan ukuran 30×50 pada puncak peresmian kantor gubernur Papua Barat, 15 Oktober pekan depan. |RIZALDY|BUSTAM