Ilustrasi

Merasa Nyong Dibunuh, Keluarga Datangi RSUD Sele be Solu,

SORONG,CAHAYAPAPUA.com- Puluhan warga Pasar Bersama, Kota Sorong, Rabu (14/1/2015) siang, mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele be Solu, Kota Sorong mempertanyakan hasil visum dokter atas meninggalnya Nyong Malibela.

Inang, korban Nyong Malibela mengatakan merasa ada keganjalan dibalik kematian suaminya. Ia menduga suaminya meninggal bukan karena kecelakaan lalulintas tapi dibunuh oleh sekelompok orang.

“Saya datang bersama keluarga untuk meminta jawaban dari pihak RSUD,” kata Inang.

Ia menjelaskan, kematian suaminya patut dicurigai sebab luka yang terdapat disekujur korban bukan luka akibat kecelakaan lalulintas, tapi seperti dipukuli orang.

Dia menceritakan baru mengetahui bahwa suaminya sudah tidak bernyawa lagi setelah ditelepon pihak rumah sakit yang menyatakan suaminya sudah terbaring kaku di rumah sakit. Mendapat laporan itu ia langsung bergegas ke rumah sakit, disana ia mendapati sekujur tubuh Nyong telah dijahit dan dibaluti oleh petugas medis. “Peristiwa Kamis, tanggal 01 Januari 2015,” kata Inang.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar pihak Rumah Sakit dapat memberikan keterangan secara pasti, seperti siapa yang memberikan ijin kepada petugas medis untuk menjahit luka korban. “Karena menurut untuk menjahit luka pasien harus melalui prosedur,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan perlu juga ditahu siapa yang mengantar korban ke RS dan kenapa korban meninggal tidak diantar menggunakan fasilitas RS, seperti mobil jenazah, tapi justru diantar menggunakan kendaraan plat merah.

Inang mengatakan kasus kematian suaminya telah dilaporkan ke pihak Polsek Sorong Timur, untuk ditindaklanjuti, namun ia mengaku belum mendapat jawaban secara pasti. Sementara itu, terkait hal ini, pihak rumah sakit sendiri belum bisa memberikan keterangan pasti kepada awak media.

Berdasar pantauan di lapangan kedatangan keluarga korban di RSUD setempat membuat para pasien lainnya merasa teraganggu, sebab, warga yang melakukan aksi protes tepat di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD), dimana saat itu, para pasien tengah beristirahat. (CR-72)