Michael Watimena

Michael Wattimena : Saya Diperiksa sebagai Saksi, bukan Tersangka

SORONG, Cahayapapua.com——  Ketua Komisi V, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Michael Wattimena membantah jika dirinya diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai tersangka.

“Saya diperiksa sebagai saksi bukan tersangka. Kalau statusnya dinaikkan tidak mungkin kita wawancara dengan kalian (pers) loh,” kata Michael kepada wartawan di ruang Bandara DEO Kota Sorong, Sabtu (30/4).

Menurut Michael, dia diperiksa atas dugaan kasus suap anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melibatkan DWP dari Fraksi PDIP dan BS dari Fraksi Golkar.

Michael menyatakan sebagai warga negara yang baik, dia tetap bersedia hadir untuk memberikan keterangan ketika dipanggil penyidik KPK beberapa waktu lalu. Lelaki berdarah Maluku ini mengaku sudah memberikan keterangan sesuai dengan permintaan penyidik. Dia bahkan mengaku siap dipanggil lagi jika diperlukan.

Soal pemeriksaan KPK, Michael, bukan hanya dalam kasus di kementerian PUPR saja dia diperiksa. Sebelumnya dia juga telah diperiksa penyidik KPK menyangkut kongres Partai Demokrat di Jakarta. “Kalua ga ada masalah tidak usah takut,” tutur Michael.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini, KPK sudah menetapkan lima orang menjadi tersangka. Dua diantaranya merupakan anggota Komisi V DPR, yaitu, DWP dan BS.

DWP diduga menerima SGD 33.000 pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sementara BS diduga telah menerima uang sekira SGD 305.000. Ketiga tersangka lain yakni Direktur PT Windu Tunggal Utama, AK serta dua rekan DWP, DAE dan JP.

Sedangkan AK yang telah disidangkan. Dia didakwa memberi suap kepada pejabat di Kementerian PUPR dan sejumlah Anggota Komisi V. Total uang suap yang diberikan AK sebesar Rp 21,38 miliar, SGD 1.674.039 dan USD 72.727.

Suap diberikan oleh AK bersama-sama dengan Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, Aseng dan Direktur PT Sharleen Raya (JECO Group), inisial HAJA. (NSR)

Tinggalkan Balasan