SMA YPK Kaibi di Distrik Wondiboi, Kabupaten Teluk Wondama. Kekurangan ruang kelas, sekolah ini terpaksa menyulap ruang makan asrama sebagai ruang kelas. Zack Tonu Bala/Cahaya Papua

Minim ruang kelas, SMA Kaibi sulap ruang makan asrama jadi tempat belajar

WASIOR, Cahayapapua.com— SMA YPK Kaibi di Distrik Wondiboi Kabupaten Teluk Wondama membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Fasilitas yang dimiliki SMA swasta asuhan Yayasan Pendidikan Kristen  Aitumeiri ini masih sangat terbatas.

Hingga kini sekolah tersebut belum punya kantor dan ruang guru. Pihak sekolah terpaksa menyulap ruang perpustakaan sebagai ruang guru sekaligus ruang kepala sekolah.

“Karena ada tambahan siswa dan guru maka sekarang ruang makan asrama putera dipakai jadi ruang kelas untuk kelas 11 IPA,”ungkap Kepala Sekolah SMA YPK Kaibi Agnes Saidui di Wasior, Minggu (18/2).

Sekolah yang berdiri pada 2013 dan memiliki 265 siswa inipun belum memiliki fasilitas pendukung yang penting untuk menunjang kemampuan anak didik yakni laboratorium IPA, laboratorium komputer juga laboratorium bahasa.

Yang mendesak, menurut Agnes adalah laboratorium komputer. Sebab semua sekolah dituntut untuk menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). “Yang urgen lab komputer dan IPA. Tahun ini kita masih pakai ujian nasional menggunakan kertas pensil. Kami memang belum ujian berbasis komputer bisa karena fasilitas kami sangat-sangat kurang sekali,” terang Agnes.

Dia mengaku pihaknya sudah pernah mengajukan usulan ke pemerintah daerah agar membantu melengkapi fasilitas yang belum dimiliki. Namun karena berstatus sekolah yayasan pihaknya tidak terlalu berharap banyak. “Sekarang kan SMA sudah tidak lagi diurus kabupaten, sudah di provinsi jadi itu kendala juga buat kami,”ujar Agnes.

Prihatin dengan kondisi SMA YPK Kaibi, Anggota DPRD Komisi A yang membidangi pendidikan Herman Sawasemarai mendesak Pemkab Teluk Wondama memberi perhatian kepada sekolah yang banyak menampung siswa dari distrik-distrik terluar di Teluk Wondama.

“Karena ini sekolah yayasan bukan negeri atau Inpres jadi harus ada perhatian dari Pemda. Walaupun SMA sekarang ditangani provinsi tapi Pemda tetap harus perhatikan karena yang sekolah di sini semua anak-anak Wondama sendiri,”tandas Herman ditemui beberapa sebelumnya. |Zack Tonu Bala

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: