Miras Marak, Perlu Tinjau Ulang Perda

KAIMANA, Cahayapapua.com—- Peredaran minuman keras lokal maupun non lokal di Kabupaten Kaimana terus mengalami peningkatan. Tidak hanya miras lokal, beberapa jenis minuman non lokal juga belakangan mulai bebas dijual di beberapa titik. Selain itu, tempat prostitusi berkedok ruma makan dan tempat karaoke juga ikut menjamur. Pemerintah Daerah diminta meninjau ulang Perda Miras.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kaimana melalui catatan dan rekomendasinya terkait LKPj Bupati Kaimana menegaskan hal ini. Menurut DPRD, peninjauan kembali Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang larangan pemasukan, penyimpanan, pengedaran dan penjualan serta memproduksi minuman beralkohol di Kabupaten Kaimana, perlu ditinjau kembali karena peredaran miras semakin meningkat dan terlihat bebas dijual di pasaran.

Untuk mengatasi masalah ini, DPRD meminta Pemerintah Daerah melalui Kantor Satuan Polisi Pamong Praja agar meningkatkan pengawasan dan penertiban, baik terhadap peredaran minuman keras maupun terhadap pedagang. Selain itu, Pemerintah Daerah diminta melarang pengeluaran izin prostitusi karena belakangan ini pembukaan tempat-tempat prostitusi berkedok rumah makan maupun tempat karaoke di Kota Kaimana juga semakin marak.

Rekomendasi lain yang dikeluarkan DPRD adalah meminta Pemerintah Daerah menertibkan pedagang sayur, ikan dan pedagang kaki lima yang beraktivitas tidak pada tempatnya dan mengganggu ketertiban umum. Penertiban perlu dilakukan dengan melibatkan kepala lingkungan maupun tokoh masyarakat. DPRD juga meminta Pemerintah Daerah mencarikan tempat untuk para penambang galian C karena aktivitas penambangan galian C yang dilakukan warga selama ini beresiko terhadap kerusakan lingkungan. (ISA)

Tinggalkan Balasan