Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi

Mobil Dinas Disulap jadi Taksi, Gubernur Geram

MANOKWARI , CAHAYAPAPUA.com-Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham O. Atururi mengaku kesal atas ulah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memanfaatkan mobil dinas milik Pemerintah Provinsi Papua Barat menjadi angkutan umum.

Gubernur Bram- biasa ia disapa- terlihat sangat marah. Pasalnya, mobil dinas milik Pemprov Papua Barat yang seharusnya digunakan untuk menunjang kerja-kerja pelayanan pemerintahan di provinsi, malah dibawah ke Sorong dan disulap menjadi angkutan umum (taksi).

Hal itu diutarakan Bram saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pelantikan pejabat eselon III dan IV dilingkungan Pemprov Papua Barat, Senin (15/2/2016) lalu.

“Ada pegawai yang bawa mobil dinas ke Sorong. Sudah begitu dijadikan taksi lagi. Ini sontoloyo dan tidak boleh ditiru,” tegas Bram.

Dengan kesal, Bram menduga, perbuatan yang dilakukan oknum PNS itu, karena menganggap masa jabatan dirinya sebagai Gubernur Papua Barat hanya tersisa 11 bulan, sehingga memicu oknum PNS itu berbuat sesukanya.

“Dia mungkin berpikiran masa jabatan saya tinggal 11 bulan lagi dan tidak memperhatikan lagi. Jangan kira tinggal 11 bulan jadi ada yang mau main-main,” tukasnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Gubernur meminta oknum PNS yang tidak disebutkan namanya itu, segera mengembalikan mobil dinas tersebut. Apabila mobil dinas milik Pemprov Papua Barat itu tidak segera dikembalikan ke Manokwari, maka oknum PNS ini bakal dilaporkan ke polisi. “Mobil dinas ini dibeli dengan uang negara sehingga peruntukkannya pun untuk kepentingan pelayanan pemerintahan di provinsi ini.”

Ia juga menyinggung gaya hidup para pejabat dan para bendahara yang terkesan sangat elitis, dan dianggap berlebihan.

Ia menyebutkan, ada seorang bendahara di salah satu SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat, bisa mengoleksi empat mobil berbeda merek.

Ia tegaskan, sikap dan kelakuan pejabat maupun bendahara yang suka melakukan monopili kendaraan dinas milik Pemprov Papua Barat, agar menghentikan sikap tersebut dengan mengembalikan kendaraan dinas yang dimiliki lebih dari satu.

“Kendaraan dinas itu aset negara dan dibeli dengan uang negara. Kembalikan semua itu mobil,” tegas gubernur.

Gubernur menuntut para pejabat dan bendahara untuk bekerja benar. Bila tak mampu bekerja baik, jabatannya terancam dicopot. ‘’Laksanakan tugas dengan baik kalau tidak mau diganti. Masih banyak pegawai yang antri untuk dilantik sebagai pejabat,’’ pungkasnya.|RIZALDY|EDITOR : BUSTAM