Petugas Samsat Teluk Wondama Tengah Memeriksa Surat-surat Kendaraan Saat Razia Gabungan, Rabu Petang (16-3)

Mobil Dinas Terjaring Razia Pajak

WASIOR, Cahayapapua.com— Banyak PNS Kabupaten Teluk Wondama yang memakai kendaraan dinas ternyata tidak pernah membayar pajak kendaraan bermotor yang dipergunakannya. Bahkan ada oknum PNS yang memakai beragam trik untuk menghindar dari kewajiban membayar pajak kendaraan.

Untuk memutus hal tersebut, Kantor Samsat Teluk Wondama bersama unit Satuan Lalulintas Polres Teluk Wondama sejak awal bulan Maret telah beberapa kali melaksanakan razia kendaraan bermotor.

Kepala Kantor Samsat Teluk Wondama Lefran Parairaway di sela-sela razia pada Rabu petang kemarin menuturkan sasaran utama razia adalah kendaraan pelat merah.

“Karena banyak kendaraan dinas yang menghindar dari bayar pajak,” ucapnya. Dia menegaskan, semua kendaraan bermotor termasuk kendaraan dinas wajib membayar pajak. Pajak tersebut bisa dibayar secara pribadi oleh PNS yang menggunakan kendaraan dimaksud atau dianggarkan secara kolektif oleh instansi bersangkutan.

“Karena ini menyangkut penerimaan daerah. Kalau tidak dianggarkan bagaimana kita mau tingkatkan penerimaan daerah ini ? kalau pelat merah tidak bayar kan rugi daerah,” kata dia.

Dia pun membenarkan kesadaran membayar pajak kendaraan dinas masih sangat rendah. “Buktinya tadi kita tangkap banyak sekali. Banyak sekali yang tidak pernah bayar pajak,” ujar mantan pegawai Dinas Pendapatan Daerah ini.

“Hanya dua instansi yang selalu tertib bayar pajak kendaraan dinas setiap tahun yaitu Dinas Perhubungan dan Dinas PU,” imbuh Lefran.

Dari pantauan Cahaya Papua, ada puluhan sepeda motor pelat merah yang terjaring dalam razia kemarin. Sebagian besar karena pemiliknya tidak bisa menunjukkan bukti pembayaran pajak. (BRV)

 

Tinggalkan Balasan