Modal Jangan Lemahkan Arguni

Oleh: Patrix Barumbun Tandirerung

ARGUNI, FAKFAK CAHAYAPAPUA.com— Kapten kapal cepat yang kami tumpangi mulai memperlambat laju kapal saat mendekati kawasan pesisir Teluk Arguni, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Jumat (28/11/2014). Jarum jam di dinding kapal menunjukkan pukul 11.30.

Burung camar, sesekali terlihat menyambar laut yang terlihat teduh tak beriak. Sementara penumpang lain termasuk beberapa rekan jurnalis, sigap memotret panorama pesisir.

“Itu kampung Arguni,” kata Frengky Kaiway, seorang pekerja pada proyek Tangguh LNG kepada saya; Ia sangat antusias menunjuk ke sebelah kanan lambung kapal, ke arah sebuah kawasan pemukiman di bibir pantai.

“Kalau itu,” ia berbalik menunjuk ke kiri, juga ke arah sebuah pemukiman di seberang sana, “Kampung Andamat dan Furir. Di sana ada juga Fior dan Darembang”. Tampaknya Frengky mengenal betul kawasan ini.

Dari balik kaca, panorama kampung pesisir yang ditunjuk oleh Frengky memang memunculkan rasa takjub. Gugus pulau – pulau kecil di Kawasan Teluk Arguni yang berhadapan dengan pulau besar tanah Papua, mengingatkan saya pada keindahan Kepulauan Raja Ampat. Bedanya kepulauan di Teluk Arguni belum terekspos semassif Raja Ampat.

Hidayat Alhamid, salah satu penumpang kapal cepat ini yang juga rekan kerja Frengy sempat berkelarakar soal bagaimana pulau-pulau kecil itu diciptakan dengan menggunakan analogi pisang goreng. Sepanjang perjalanan, Hidayat memang tak pernah kehabisan bahan.

“Mungkin caranya sama. Ibarat Tuhan sedang goreng pisang. Bedanya pisang dicelup ke minyak panas, kalau pulau ini dicelup kedalam laut,” kata Bang Dayat—begitu kami menyapanya. “Nah pulau besar itu pisangnya. Sementara pulau-pulau kecil ini adalah titik-titik terigu yang terlepas dari pisang.” Semua orang tertawa. Yang lain tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

One comment

  1. Bambang Suryokusumo

    Dengan Hormat,

    Saya kebetulan rekan lama dari Bapak Hidayat Alhamid, sudah mencoba bergai cara untuk bisa berhubungan dengan beliau tapi belum juga tercapai. Semoga melalui bantuan bapak/Ibu, saya bisa tersambung lagi dengan beliau.

    Terima kasih

Tinggalkan Balasan