Ratusan tukang ojek memadati Kantor Dinas Perhubungan di Jalan Percetakan Negara, Manokwari, Papua Barat. Mereka meminta pemerintah menaikkan tarif ojek setelah harga BBM dinaikkan. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Takdir

Mogok, Tukang Ojek Manokwari Desak Pemerintah Naikkan Tarif

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Menuntut kenaikan tarif baru, para tukang ojek di Manokwari, Papua Barat, melakukan aksi mogok beraktifitas, Senin (24/11/2014). Mereka meminta pemerintah daerah mengeluarkan tarif baru untuk jasa ojek.

Dalam aksinya, para ojek menghentikan rekan sesama mereka yang tetap melakukan aktivitas. Aksi cekal ini dilakukan di ruas Jalan Yos Sudarso.

Akibat aksi merazia ojek yang memuat penumpang ini, membuat arus lalu lintas di jalan Yos Sudarso mengalami kemacetan panjang. Sejumlah pengendara terjebak kemacetan. Merasa kesal dan mencaci maki para pejasa ojek.

Melihat aksi ojek memacetkan lalulintas, Ketua Perkumpulan ojek Manokwari, Elly Krey geram dihadapan ratusan tukang ojek.

Pria berbadan kekar ini meminta para tukang ojek tidak melakukan aksi yang merugikan masyarakat, apalagi membuat kemacetan.

Ia meminta ojek bersabar, menunggu konfirmasi lebih lanjut yang akan dilakukan dirinya dengan pemerintah daerah, dan melakukan komunikasi dengan koordinator ojek tiap pangkalan.

Arus kendaraan baru kembali normal setelah petugas kepolisian lalulintas dari Polres Manokwari tiba di lokasi.

Disaat itu pula para tukang ojek lalu melakukan aksinya menuju ke Dinas Perhubungan.

Kasat Lantas Polres Manokwari, Iptu Bakri Rudiansyah menjelaskan, bahwa ojek ini tidak memiliki payung hukum seperti kendaraan angkutan kota, bahkan tidak terdaftar di pemerintah.

Namun pemerintah daerah hanya memberikan kebijakan kepada para tukang ojek untuk mencari nafkah. Dimana tarif ojek berdasarkan hasil kesepakatan antara pengendara ojek dan penumpang.

Usai melakukan aski mogok, ratusan tukang ojek menunggu kejelasan dari ketua perkumpulan ojek untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. |TAKDIR

 

EDITOR: BUSTAM