Aparat mengangkat bom jenis mortir yang ditemukan di halaman salah satu warga Fanindi Bengkel Tan, Manokwari. Bom ini ditemukan ketika warga hendak menggali sumur. |Foto : Adith Setyawan|Cahaya Papua.

Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Fanindi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Seorang penggali sumur, Selasa (3/11/2015), penemuan sebuah bom jenis mortir yang tertanam di halaman rumah seorang warga Fanindi, Jalan Gunung Salju, Manokwari.

Bom yang ditemukan di halaman rumah Natali Mandacan, sekitar pukul 09.00 WIT itu masih aktif, diduga merupakan peninggalan perang dunia ke-II.

Supani, penggali sumur itu mengatakan, mortar tersebut, berada di kedalaman 1,5 meter. Awalnya, dia menduga benda berbentuk lonjong itu, sebuah kaleng kosong, setelah ditelusuri, kecurigaanya mengrucut pada dugaan bahwa benda itu adalah bom jenis mortir.

“Saya pikir kaleng biasa, ternyata itu bom, saya langsung lapor sama adek saya yang bertugas di Koramil. Setelah di cek, betul bahwa itu bom. Selanjutnya mereka melapor ke Polres Manokwari,”ujarnya kepada wartawan.

Wakil Komandan Kompi Brigade Mobil (Brimob) Manokwari, Iptu Gunard Pattiran menduga, mortir itu dijatuhkan dari pesawat pada perang dunia ke II lalu, namun gagal meledak.

“Mungkin sata itu, jatuhnya tidak pas sehingga bom tersebut gagal ledak, posisinya masih aktif karena di dalam masih ada mesiu dan sumbuh ledaknya,”kata Gunard.

Menurutnya, mortir ini dapat meledak jika tersentak dengan benda lainnya, “Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman Markas Besar Polri, jenis bom ini seperti apa karena sudah tertanaman ratusan tahun,”imbuhnya.

Menurutnya, peninggalan bom dan alat perang lainnya, masih banyak yang belum ditemukan di daerah ini, sebab, pada masa perang dunia ke II, Manokwari menjadi salah satu wilayah peperangan.

Gunard menjelaskan mortir itu berukuran panjang 72 cm dengan diameter 18 cm serta berat sekitar 30 Kilogram. Mortir tua itu akan diamankan sementara di Mapolres Manokwari guna penyelidikan lebih lanjut.

Data yang dihimpun Cahaya Papua, mortir itu awalnya sulit untuk diangkat, karena tertanam di tanah. Mortir itu berhasil diangkat setelah satu unit alat berat didatangkan untuk membongkar lokasi keberadaan mortir tersebut. |ADITH SETYAWAN | TOYIBAN