Ilustrasi. Foto : Ist

MPM Uncen: Jokowi Bicara Lain, Kaki Tangannya Bertindak Lain

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Cenderawasih, Septi Meidodga, menyatakan Presiden Joko Widodo hendaknya mengevaluasi 4 hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang Papua diantaranya, perkembangan penyelesaian kasus Paniai berdarah, wacana pembentukan sejumlah daerah otonom baru, harga BBM, serta program keluarga berencana dan transmigrasi di Tanah Papua.

“Respon masyarakat Papua atas empat isu ini hendaknya dicari solusi dan penyelesaiannya sebelum Presiden ke Manokwari untuk menghadiri perayaan pekabaran injil tahun ini,” kata Septi di kantor redaksi Cahaya Papua, Jalan Pertanian, Wosi, Manokwari, Rabu (7/1/2014).

Untuk kasus Paniai berdarah, Septi menilai presiden Jokowi sudah memiliki niat baik untuk mengungkap kasus yang menewaskan sejumlah masyarakat sipil itu. Tetapi, keinginan Jokowi tidak berbanding lurus dengan sikap aparat yang terkesan masih menutup-nutupi kasus tersebut.

“Kaki tangannya tidak bergerak. Presiden bicara lain, di bawah aparat bertindak lain,” katanya.

Soal pemekaran daerah, Septi mengingatkan agar pemerintah pusat benar-benar selektif. Calon daerah otonom baru dari Tanah Papua—baik kabupaten, kota maupun provinsi– yang tidak memenuhi syarat sebaiknya jangan dimekarkan atau dibentuk, sebab sudah pasti agenda itu didorong hanya untuk mengakomodir kepentingan elit lokal.

Bisa juga, katanya, motif dibalik agenda tersebut adalah. “kepentingan koorporasi yang hendak mengesploitasi sumberdaya alam”.

Program KB dan transmigrasi menurut Septi tidak tepat digelontorkan di Tanah Papua karena bertentangan dengan fakta demografi, budaya dan bisa memunculkan konflik serta memarjinalisasi orang asli Papua.

MPM Uncen juga mendesak Jokowi untuk segera menurunkan BBM termasuk mencermati betapa sulitnya warga di Tanah Papua mendapat harga BBM. Juga atas mahalnya harga BBM, melampaui harga yang ditetapkan pemerintah.

Selama beberapa hari kedepan, MPM Uncen akan bertemu dengan sejumlah simpul dan organisasi pergerakan mahasiswa Manokwari. “Kami hendak mendiskusikan masalah-masalah ini dengan kawan mahasiswa terutama sebagai respon atas rencana kedatangan presiden,” katanya.

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan