Pimpinan PT.SPIC Mr.Wang menyerahkan uang buka pintu kepada keluarga besar Mansim, beberapa waktu lalu. Foto : CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Mr. Wang Optimis Pabrik Semen Manokwari Tuntas dalam 16 Bulan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com General Manager PT. SDIC Papua Cement Indonesia (SPIC), Wang Chunjian, memastikan, proses pembangunan pabrik semen di Maruni, Distrik Manokwari Selatan, tetap berlanjut meski sempat beberapa kali mengalami tarik ulur karena belum tercapainya kesepakatan diantara keluarga besar Mansim selaku pemilik hak ulayat. (Baca: Pemilik Hak Ulayat Lokasi Pabrik Semen Maruni Berdamai)

Pembayaran uang buka pintu kepada 8 sub keret dalam keluarga besar Mansim yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, membuat investor asal China itu semakin bersemangat untuk secepatnya menyelesaikan pembangunan pabrik berikut infrastruktur pendukung lainnya.

“Kami semakin yakin, dan ini menambah semangat kami untuk terus mendorong proyek ini cepat maju dan kami akan semakin serius dengan adanya pembayaran uang buka pintu ini, “ kata Wang dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan penerjemahnya usai pembayaran uang buka pintu di kantor bupati di Sowi Gunung, baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Mr.Wang ini berharap, keluarga besar Mansim mendukung sepenuhnya proyek pembangunan pabrik semen di Maruni. Dukungan itu sangat dibutuhkan agar semua kegiatan yang akan dilakukan dapat berjalan lancar tanpa terkendala dengan persoalan hak ulayat.

Kini, pihaknya tinggal menunggu keluarnya ijin lingkungan (AMDAL) yang saat masihdalam tahap pengujian. “Kalau kami dapat ijin lingkungan, asalkan didukung keluarga besar Mansim, tahun depan (2015) kami mulai bangun pabrik dan dalam 16 bulan pabrik sudah jadi, “ ujar Mr.Wang.

Dia mengklaim, kehadiran pabrik semen Maruni akan memberi dampak ekonomi dan sosial yang positif tidak hanya bagi keluarga Mansim selaku tuan tanah, tetapi juga bagi masyarakat Manokwari dan Tanah Papua secara keseluruhan. (Baca: Tiga Masalah Penting Ini Disampaikan Bram ke Jokowi di Bogor)

“Harga semen di Papua akan turun dan pabrik ini membutuhkan banyak tenaga kerja dan juga akan membuka banyak usaha baru di tempat ini, “ pungkasnya.

Sekedar diketahui, PT.SPIC memberikan uang buka pintu sebesar 800 juta, di mana masing-masing sub keret dalam keluarga besar Mansim mendapat 100 juta. Sementara uang ganti rugi tanah baru akan dibayarkan setelah ada putusan tetap dari Mahkamah Agung atas perkara gugatan kepemilikan tanah yang dilayangkan salah satu keluarga besar Mansim. |ZACK TONU BALA

2 comments

  1. Kami buru harian lepas sangat kecewa dg gaji kami yg di beri per hari hnya 90 ribu rupiah makan kami tanggung sakit kami tanggung sendiri sedangkan kta di jamin semua tolong pemerintah tinjau lapangan lansung

  2. Tanggal 09/12/2015.Big bos sdic datang.anehnya karyawan khususnya didevisi pertambangan bingung.biasanya klau diperusahaan lain si klau big bos dtng karyawannya disuruh berpakaian rapi dan rajin tapi ini,malah disuruh bersembunyi dibalik gunung.dan anehnya slama sy kerja slip gaji ngga mau diberi kpd karyawan seolah2 ada sesuatu yg disembunyikan(ada yg ganjil)

Tinggalkan Balasan