Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam pelantakian Anggota MRP Papua Barat Periode 2017-2022.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat harus bekerja ekstra keras agar lebih baik dari anggota MRP sebelumnya.

“Terkhusus lagi Pokja (Kelompok Kerja) Agama dapat mengurus pusat-pusat Pekabaran Injil seperti di Pulau Mansinam, Aitumuri, Aisandami di Teluk Wondama, urus A3 yang adalah tapak kaki Injil,” kata Mantan anggota MRPB Eduard Sangkek, Minggu.

MRPB lanjut Sangkek, tak selayaknya mengurus masalah politik dan pemerintahan.

Moto “Tuhan, Ada Firman, Iman Timbul dan Perbuatan Jalan” harus menjadi pegangan sehari-hari anggota lembaga cultural orang asli Papua ini.

Para pendeta atau Hamba Tuhan yang menjadi anggota MRPB dan berkumpul di Pokja Agama MRPB, menurutnya dituntut untuk menunjukan kemampuan masing-masing.

“Bahwa kamu adalah biji mata atau kaki tangan yang bekerja dengan hati dan tulus melayani. Harus berdiri di atas kaki Tuhan dan berselimutkan Injil yang benar,” ujarnya.

MRPB dapat mendorong Manokwari sebagai Kota Injil. Berbagai hal yang dapat merusakan masyarakat  harus ditertibkan.

“Cek keberadaan bar, Togel, sumber Miras dan lain-lain yang menjamur di kota Manokwari. Hari-hari besar keagamaan harus ditertibkan, semua aktivitas harus berhenti total untuk menghormati hari besar ini,” tandasnya. (ibn)

 

Leave a Reply