Penyerahan piala bergilir gubernur MTQ Papua Barat ke 4 oleh penjabat bupati Teluk Bintuni Ishak Hallatu kepada pimpinan kafilah Kaimana H. Rudi La Obe. Kaimana berhasil merebut juara umum MTQ tingkat provinsi untuk ketiga kalinya sebagai juara umum.

MTQ Papua Barat V Ditutup, Kaimana Kembali Rebut Juara Umum

BINTUNI, Cahayapapua.com—–  Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VI tingkap Provinsi Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni telah berakhir. Keluar sebagai juara umum 1 (satu) kafilah Kabupaten Kaimana dengan memperoleh nilai 86, juara umum 2 (dua) Kabupaten Teluk Bintuni dengan total nilai 67, dan juara umum 3 (tiga) Sorong Selatan dengan total nilai 57.

Sementara Kabupaten Manokwari dengan mengumpulkan nilai 55 keluar sebagai juara harapan 1 (satu), dan Kota Sorong dengan mengumpulkan nilai 33 menyabet gelar juara harapan 2 (dua).

Demikian disampaikan oleh perwakilan Dewan Hakim H. Muksin Bin Thahir, BA pada acara penutupan MTQ ke VI tingkat Provinsi Papua Barat 2016, di Lapangan Gedung Serba Guna, Kota Bintuni, Kamis (19/5) malam.

Kegiatan yang berlangsung selama 6 hari ini ditutup oleh Penjabat Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ishak L. Hallatu mewakili Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi dengan menekan tombol sirine.

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan oleh Hallatu mengatakan, penyelenggaraan ivent keagamaan seperti ini merupakan sumber kegiatan yang sangat bermakna sebagai media permasyarakatan, pembudayaan, pengembangan, dan pengaktualisasian nilai dasar fundemental yang hakiki kitab suci Al Qur’an.

Serta sebagai media pencerdasan, pencerahan umat Islam untuk memahami dan terus meningkatkan tanggung jawab moral dan spiritual dalam mengembangkan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga dapat berguna untuk menangkal pengaruh negatif yang timbul akibat globalisasi dan modernisasi.

“Keberadaan LPTQ bertujuan untuk memasayarakatkan Al qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca memahami dan mengamalkan kandungan ayat-ayat Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dapat menyetntuk persoalan yang hakiki dimasyarakat.

Untuk itu keberadaan LPTQ kedean harus bersinergi dinamis, responsip terhadap perkembangan global terutama menyentuk tatanan kehiduan pendidikan dini yang teraktualisasi mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Dengan demikian diharapkan kepada semua yang berkontribusi dalam LPTQ harus benar-benar membaharui kemampuan dan kompetensi dalam menggerakan lembaga ini. Serta harus mampu membanguna komunikasi dengan pemangku kepentingan di daerah untuk eksistensi kelembagaannya.

“Saya mengajak kita semua mari bersama-sama bergandeng tangan saling menguatkan jalinan kelembagaan, hubungan persaudaraan sesama muslim, dan sesama umat beragama yang sesama warga bangsa dalam suasana kebersamaan yang dilandasi kasih, damai, dan suka cita yang hakiki,” ajak gubernur.

Pasalnya suasana ini sangat terasa dalam penyelenggaraan MTQ ke VI ini, telah melibatkan berbagai elemen, dari mulai tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan dari kalangan kristiani, muslim dan golongan lainnya.

Dengan demikian semoga kebersamaan persaudaraan ini dapat terjaga terpelihara dan dapat ditumbuh kembangkan dalam kehidupan beragama, berbagnsa dan bernegara dalam kerangka mempersatukan umat di tanah Papua Barat.

“Selanjutnya kepda peserta yang ditetapkaan oleh Dewan Hakim sebagai juara, saya ucapkan selamat atas prestasi yang diraihnya,” tutup Gubernur.

Sementara ketua panitia 1 (satu) Alimuddin Baedu mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang secara suka rela bahu membahu mensukseskan penyelenggaraan MTQ ini. Diakuinya bahwa agama saudara di Kabupaten teluk Bintuni menjadi aura suksenya MTQ ke VI.

Dikatakan kepala Bappeda, ditengah-tengah transisi kepemimpinan, penjabat Bupati Ishak L. Hallatu mampu membuktikan bahwa MTQ ke VI terlaksana dengan baik, sukses, dan aman dari mulai persiapan sampai dengan penutupan.

“Dalam acara penutupan ini kita mendapat hikmat dan pessan persaudaraan bagi kita semua di Papua Barat. bahwa kita satu, kita bangkit, kia kita menunjkan prestasi kita bukan segala-galanya dan perlombaan pada MTQ ke VI papua barat ini bukan tujuan tetapi sebuah kebanggaan dalam tali silaturohim yang mebahagiakan kita semua,” katanya.

Diakuinya, dalam pelayanannya masih banyak kekurangan disana sini, untuk itu Ketua Panitia menyampaikan permohnan maaf. Pasalnya inilah gambaran yang perlu diperbaiki, agar pesan ini menjadi bahan evaluasi pelaksanaan MTQ ke 7 tahun 2018 di Kabuapten Sorong.

Turut hadir, Ketua LPTQ Provinsi Papua Barat Musa Kamudi, Kepala Kakanwil Departemen Agama Teluk Bintuni NR. Agus Hidayat, perwakilan TNI-Polri, Forkopinda Kabupaten dan diikuti oleh seluruh kafilah dari 11 (sebelas) kabupaten/kota. Serta disaksikan oleh ribuan masyarakat yang datang menyaksikan acara penutupan yang dimeriahkan dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh Tim Pesparawai kabupaten Teluk Bintuni dan artis nasional Rido Rhoma. (ART)

Tinggalkan Balasan