Abon gulung Billy Bakery.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat mengeluarkan surat imbauan Nomor 520/ DP-MUI/PB/XI/  2017  kepada umat Muslim di wilayah Papua Barat untuk tidak membeli atau mengonsumsi Abon Gulung Produk dari Billy  Bakery yang beralamat di Jalan Merdeka Manokwari. 

“Dalam rangka memberikan jaminan kepastian kehalalan produk dan melindungi umat Islam di Papua Barat dari kemungkinan mengonsumsi makanan yang tidak halal,” demikian bunyi surat imbauan MUI Papua Barat yang ditanda tangani Ketua Ahmad Nasrau.

Lebih lanjut isi surat imbauan itu yakni MUI Papua Barat menerbitkan sertifikat halal kepada pelaku usaha yang telah memenuhi kriteria dan ketentuan yang di tetapkan MUI.

“Sehubungan dengan perihal tersebut maka dapat kami informasikan kepada umat Islam se Papua Barat bahwa Abon Gulung Bilky Bakery hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat halal dari MUI.”

Ironisnya pihak Abon Gulung Billy Bakeri selama ini dalam prakteknya telah mencatut logo MUI di kemasan produknya. “Untuk menghindari hal yang subhat kami meminta umat Muslim Papua Barat agar tidak membeli produk tersebut,” tegasnya.

Ketua MUI Papua Barat Ahmad Nasrau saat di konfirmasi terkait kebenaran surat tersebut mengakui memang surat itu dikeluarkan oleh MUI Papua Barat.

“Iya benar surat tersebut kita keluarkan dan edarkan sebab pihak Billy Bakeri selama ini telah mencatut logo MUI kemudian mencantumkan di lebel produknya,” terang Ahmad, Kamis (16/11/2017).

Ketua MUI mengimbau kepada umat Muslim di wilayah Papua Barat agar membeli produk harus memperhatikan label halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Surat imbauan tersebut dikeluarkan pada 15 November 2017 yang di tanda tangani oleh Ketua MUI Ahmad Nasrau dan Sekertaris MUI Nanang Supyan dilengkapi dengan cap logo MUI Papua Barat.

Sementara pihak Billy Abon yang dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa pihaknya sementara mengutus tim untuk mengklarifikasi hal ini ke MUI Papua Barat.  Billy Abon pun enggan memberikan komentar lebih jauh. (mar) 

 

Leave a Reply