Kondisi di markas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Papua Barat di Kelurahan Amban, yang hendak menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW namun dibubarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Selasa (12/12).

MUI Papua Barat kembali bubarkan kegiatan Ahmadiyah

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Rencana Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Papua Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di salah satu tempat di Kelurahan Amban, Selasa (12/12), terpaksa dihentikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat bersama Kesbangpol dan Kementrian Agama dibantu Polres Manokwari.

Ketua MUI Papua Barat Ahmad Nasrau mengatakan, pembubaran kegiatan Ahmadiyah sesuai dengan surat keputusan bersama SKB Tiga Menteri yakni Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Kejaksaan Agung.

“Jamaah Ahmadiyah ini merupakan organisasi sesat sesuai fatwa MUI dan juga SKB Tiga Menteri itu menjadi dasar bahwa segala bentuk aktivitas mereka tidak boleh dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk di Manokwari,” tegas Ahmad Nasrau saat di temui di Amban, Selasa (12/12).

Ahmad Nasrau mengatakan bukan kegiatan Maulid Nabi Muhammad yang menjadi tujuan pembubaran, namun karena Jamaah Ahmadiyah sebagai penyelenggara dinilai tak boleh menggelar kegiatan tersebut. Dikatakan Ahmadiyah menyimpang dari ajaran Islam.

Dikatakan, sesuai dengan hasil mediasi yang dilakukan pihak Kepolisian dengan JAI Manokwari, semua pihak bersepakat untuk menggelar dialog terbuka yang direncanakan digelar dalam waktu dekat. “Kegiatan Maulid Nabi Muhammad tidak dilanjutkan maka mereka JAI meminta agar difasilitasi supaya dibuka ruang dialog dengan MUI,” kata Ahmad Nasrau.

Dia menjelaskan MUI akan membicarakan hal ini dengan komponen Pemerintah Daerah dan juga Dewan Pimpinan MUI Pusat agar mencari format dialog yang rencannaya digelar pada awal tahun 2018.

“Yang jelas kita inginkan persoalan Ahmadiyah ini agar segera selesai sehingga kita tidak disibukan dengan persoalan semacam ini yang sudah jelas ada laranganya,” ujar Nasrau.

Sementara Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Winarto dalam pertemuan di Kantor MUI meminta semua pihak tidak terpancing dengan adanya kelompok lain yang menghendaki kekacauan dengan menggiring ke isu tersebut ke hal-hal yang sensitif. “Mari kita jaga stabilitas keamanan di Kota Manokwari, umat harus jeli, jangan sampai terpancing,” kata Winarto.

Sementara itu Ketua Ahmadiyah Papua Barat La Abidin mempertanyakan dasar hukum pembubaran kegiatan Ahmadiyah. Menurutnya berdasarkan SKB tiga menteri pembubaran itu tidak relevan sebab Ahmadiyah dianggap sebagai Ormas terlarang tidak tercantum dalam UU Negara ini.

“Kita hanya menyelenggarakan Maulid Nabi Muhamad SAW, namun ya itu mungkin MUI masih berpatokan pada SKB tiga Menteri, sementara dalam UU kita ini masih legal,” ujar La Abidin.

Dikatakan, sejauh ini belum ada satu pasal pun dalam UU yang menyebutkan secara spesifik bahwa Ahmadiyah ini merupakan Ormas sesat atau terlarang. Dia juga menuding MUI saat menyampaikan fatwa sesat terhadap Ahmadiyah hingga saat ini belum diklarifikasi dan menganggap MUI mendapat informasi sepihak dari kelompok tertentu.

“Fatwa MUI bahwa Ahamadiyah ini sesat karena berdasarkan informasi dari orang-orang yang memang tidak suka terhadap JAI. Hal ini lantas kedepan Indonesia mau di bawah ke mana,” ujar La Abidin.

Mengenai dialog yang akan digagas untuk mempertemukan MUI Papua Barat dengan JAI, La Abidin mengatakan pihaknya tetap menanti hal itu. Harapanya jika dialog bisa digelar bisa menjadi pintu masuk Ahmadiyah menjelaskan kepada publik bahwa sebenarnya ajaran tersebut tidak negatif seperti yang dikampanyekan selama ini. “Kalau memang dialog bisa digelar biarkan masyarakat menilai apakah Ahmadiyah ini sesat atau menyimpang atau memang sebaliknya,” katanya.

Ahmadiyah rencananya akan menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengundang sejumlah pihak, termasuk Pimpinan MUI Papua Barat, Ketua Umum Badan Kerjasama antar Gereja Manokwari Marthen Luther Wanma yang direncanakan menyampaikan sambutan serta Yan Cristian Warinussy.

Pembubaran tersebut dikawal aparat kepolisian dari satuan Brimob dan Polres Manokwari. Situasi tetap kondusif saat pembubaran berlangsung. (mar) 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: