Welem Isim (melipat tangan) saat berdiri dipuing-puing rumah dapur rumahnya terbawa derasnya arus sungai di daratan Prafi. Hujan dalam beberapa terakhir di Manokwari telah menyebabkan sejumlah bangunan, jembatan dan jalan rusak. Hujan deras juga menyebabkan beberapa kampung di Pegunungan Arfak beberapa waktu lalu dilanda bencana longsor.

Musim Hujan, BPBD Ajak Warga Responsif Banjir

MANOKWARI- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengajak warga untuk responsif terhadap potensi banjir.

Derek, Sabtu pekan lalu, mengatakan, beberapa pekan terakhir intensitas hujan di sebagian besar wilayah Papua Barat cukup tinggi. Peran warga dalam mengantisipasi dampak bencana sangat diperlukan.

Dia mengutarakan, saat ini BPBD Papua Barat dan seluruh kabupaten kota sedang menggelar rapat koordinasi teknis (Rakornis) di Sorong. Bencana banjir menjadi salag satu pembahasan dalam rapat tersebut.

Dia menyebutkan, di Papua Barat terdapat beberapa wilayah yang memiliki potensi tinggi bencana banjir. Lima wikayah diantaranya meliputi Manokwari, Teluk Wondama, Sorong, Teluk Bintuni dan Raja Ampat.

“Kabupaten Manokwari Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak masuk di wilayah Manokwari. Potensi banjir di dua daerah ini juga cukup besar,” sebutnya.

Dia menjekaskan, Rakornis tersebut fokus membahas masalah kesiapan pemerintah daerah dan intansi terkait lain dalam mengurangi resiko bencana.

Melalui rapat tersebut, Ampnir berharap seluruh pihak termasuk masyarakat dan swasta dapat terlibat aktif dalam mengurangi resiko bencana di setiap daerah Papua Barat.

“Rapat masih berlangsung, hasilnya akan kami sampaikan setelah selesai,” pungkasnya.

Pantauan lapangan, Sabtu, sejumlah lokasi di Manokwari terendam banjir. Banjir terparah terjadi di bantara sungai Wosi. Puluhan rumah warga Wosi Dalam terendam air luapan sungai tersebut.

Banjir pun menggenangi rumah warga di Kompleks Bugis, dan beberapa ruas jalan. (IBN)

 

Tinggalkan Balasan